Home - Olahraga - Dapat Hasil Buruk, Dua Pelatih Liga Premier Ini Dicemooh Fans. Akankah Bernasib Seperti Amorim?

Dapat Hasil Buruk, Dua Pelatih Liga Premier Ini Dicemooh Fans. Akankah Bernasib Seperti Amorim?

Dua pelatih Liga Premier, Arne Slot dan Thomas Frank, dicemooh fans setelah hasil buruk. Tekanan tribun kembali memunculkan spekulasi pemecatan di tengah standar tinggi sepak bola Inggris.

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:15 WIB
Dapat Hasil Buruk, Dua Pelatih Liga Premier Ini Dicemooh Fans. Akankah Bernasib Seperti Amorim?
Pelatih Tottenham, Thomas Frank merupakan salah satu pelatih yang paling mendapat tekanan karana hasil buruk timnya. (IG Thomas Frank)

HALLONEWS.COM – Tekanan dari tribun kembali menjadi sorotan di Liga Premier Inggris. Dua pelatih papan atas, Arne Slot di Liverpool dan Thomas Frank di Tottenham Hotspur, jadi sasaran cemoohan fans setelah rangkaian hasil mengecewakan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan klasik di sepak bola Inggris: seberapa lama kepercayaan manajemen membuat mereka bisa bertahan? Akankah nasibnya seperti mantan pelatih MU Ruben Amorim?

Pelatih Liverpool, Arne Slot, memahami kekecewaan suporter usai hasil imbang 1-1 melawan Burnley di Anfield. Hasil tersebut menambah daftar laga kandang yang gagal dimenangkan The Reds musim ini, termasuk melawan Leeds, Nottingham Forest, dan Sunderland.

Dan tentu saja hasil ini membuat Liverpool yang ada di peringkat 4 klasemen berhasil ditempel ketat rival abadi mereka Manchester United yang secara mengejutkan menang 2 – 0 atas City. Dengan hasil ini, MU dan Liverpool hanya berjarak 1 poin saja.

“Ini memamg sangat membuat frustrasi. Dalam sepak bola, satu tim bisa punya dua peluang dan mencetak satu gol, sementara tim lain punya banyak peluang dan hasilnya tetap imbang.” kata Slot seperti dikutip Sky Sport, Minggu (17/1/2026).

Slot menegaskan bahwa cemoohan dari tribun bukan sekadar ejekan, melainkan luapan emosi akibat standar tinggi yang melekat pada Liverpool.

“Kami adalah Liverpool. Jika kami tidak kecewa bermain imbang melawan Burnley, maka ada yang salah. Saya dan para pemain merasakan frustrasi yang sama seperti para penggemar,” ujarnya.

Meski Liverpool tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir, Slot menolak berlindung di balik statistik tersebut. “Standar kami adalah menang di setiap pertandingan,” tegasnya.

Sementara situasi “lebih panas” dialami pelatih Tottenham, Thomas Frank, yang dicemooh keras oleh pendukungnya sendiri usai kekalahan kandang 1-2 dari West Ham.

Teriakan “Anda akan dipecat besok pagi” menggema di tribun selatan stadion setelah gol penentu di menit akhir.

Tottenham telah menelan delapan kekalahan dalam 14 laga terakhir dan kini terpuruk di peringkat ke-14 klasemen.

Meski demikian, Frank tetap tenang saat konferensi pers. “Saya adalah orang yang bertanggung jawab, jadi wajar jika kesalahan diarahkan kepada saya. Itu adil,” ujar pelatih asal Denmark tersebut.

Frank menggambarkan situasi Spurs seperti memutar arah “kapal tanker super”, menandakan proses panjang yang tidak bisa instan. Ia juga menegaskan keyakinannya masih didukung manajemen, terlebih dengan kedatangan gelandang baru Conor Gallagher serta asisten pelatih John Heitinga.

Apalagi menjelang laga, CEO Tottenham Vinai Venkatesham merilis surat terbuka kepada fans yang menyinggung arah klub dan hubungan dengan suporter.

Terkait surat itu, Frank mengaku memilih fokus pada sisi positif surat tersebut. “Ada banyak tanda baik di balik layar. Ini fase transisi besar, dan kami bergerak ke arah yang benar,” katanya.

Meski begitu, Frank mengakui emosi fans sulit dikendalikan ketika kekalahan terjadi di menit akhir. “Kami harus tetap fokus, terus berjalan, dan melakukan hal yang benar,” ujarnya.

Yang jadi pertanyaan menarik sekarang adalah akankah Slot dan Frank akan bernasib sama seperti Amorim?

Dalam iklim Liga Premier yang keras, kesabaran sering kali menjadi komoditas langka. Slot dan Frank saat ini masih menunjukkan ketenangan dan dukungan internal, tetapi sejarah menunjukkan bahwa tekanan publik dapat dengan cepat mengubah arah kebijakan klub.(wib)