Home - Nasional - Pesawat ATR Jatuh di Gunung Buluraung Maros, Pengamat: Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Pesawat ATR Jatuh di Gunung Buluraung Maros, Pengamat: Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Pesawat ATR Indonesia Air Transport hilang kontak di Maros. Pengamat menegaskan keselamatan penerbangan tak bisa disimpulkan dini dan minta tunggu hasil KNKT.

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:15 WIB
Pesawat ATR Jatuh di Gunung Buluraung Maros, Pengamat: Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Pengamat Penerbangan Alvin Li. Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Hilang kontaknya pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport di wilayah Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1), kembali menyoroti ketatnya sistem keselamatan penerbangan yang berlaku di Indonesia.

Pesawat dilaporkan kehilangan komunikasi pukul 13.17 WITA saat melintas di kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, meski sebelumnya telah mendapatkan izin untuk melakukan pendaratan. Hingga kini, penyebab insiden masih dalam proses pendalaman otoritas terkait.

Pengamat Penerbangan Alvin Li mengingatkan bahwa setiap peristiwa dalam dunia penerbangan harus dipahami melalui kacamata keselamatan, bukan spekulasi.

“Keselamatan penerbangan tidak bisa disimpulkan dalam hitungan jam atau hari. Proses investigasi memang dirancang untuk memastikan setiap faktor dianalisis secara menyeluruh,” kata Alvin kepada Hallonews, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, investigasi kecelakaan atau insiden penerbangan melibatkan pemeriksaan komprehensif, mulai dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), hingga riwayat perawatan pesawat, kondisi kesehatan awak, serta rekaman komunikasi antara pilot dan Air Traffic Control (ATC).

Menurut Alvin, sistem keselamatan penerbangan global juga memastikan bahwa hasil penyelidikan tidak berhenti pada kesimpulan semata.

“Rekomendasi KNKT nantinya bertujuan mencegah kejadian serupa. Rekomendasi ini bersifat internasional dan menjadi rujukan dunia penerbangan, bukan hanya di Indonesia,” katanya.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Alvin menegaskan bahwa pesawat komersial dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca. Selain itu, pilot dibekali pelatihan berkelanjutan dengan sertifikasi yang harus diperbarui secara berkala.

“Jika cuaca di bandara dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, ATC memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan sementara operasional penerbangan hingga kondisi kembali aman,” jelasnya.

Ia pun mengimbau publik agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan insiden ini kepada otoritas penerbangan. “Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penerbangan,” pungkasnya. (dul)