Home - Nasional - Terungkap! Ini Spesifikasi dan Harga Pesawat ATR 42 IAT yang Jatuh di Maros

Terungkap! Ini Spesifikasi dan Harga Pesawat ATR 42 IAT yang Jatuh di Maros

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di kawasan Bantimurung, Maros, Sulsel. Simak harga, spesifikasi lengkap, serta kronologi penemuan bangkai pesawat.

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:25 WIB
Terungkap! Ini Spesifikasi dan Harga Pesawat ATR 42 IAT yang Jatuh di Maros
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Hallonews.

HALLONEWS.COM – Insiden kecelakaan penerbangan kembali mengguncang Sulawesi Selatan.

Sebuah pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan jatuh di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, setelah sebelumnya kehilangan kontak saat menjalani penerbangan menuju wilayah Maros.

Pesawat tersebut membawa total 10 orang, terdiri dari tujuh kru penerbangan serta tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Misi penerbangan diketahui berkaitan dengan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui patroli udara.

Begitu laporan hilang kontak diterima, Basarnas langsung mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan melibatkan tim darat, helikopter SAR, serta patroli udara. Medan ekstrem dan cuaca berkabut sempat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Mengacu pada data industri penerbangan global, harga satu unit pesawat ATR 42-500 diperkirakan mencapai USD 12,1 juta atau setara sekitar Rp204 miliar, dengan asumsi nilai tukar Rp16.900 per dolar AS.

Nilai tersebut mencerminkan kemampuan pesawat yang dirancang khusus untuk rute regional dan medan menantang.

Pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda yang mampu mengangkut hingga 46 penumpang. Pesawat ini memiliki kecepatan jelajah sekitar 556–563 km per jam, dengan jangkauan terbang mencapai 1.850 hingga lebih dari 2.000 kilometer.

Pesawat ini dapat beroperasi di ketinggian maksimum 7.620 meter, serta memiliki bobot lepas landas maksimum 18.600 kilogram.

Keunggulan lainnya adalah kemampuannya mendarat di landasan pendek, sehingga kerap digunakan untuk wilayah terpencil.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut diproduksi pada tahun 2000 dan dioperasikan IAT sebagai pemegang AOC 034 dari Kementerian Perhubungan.

Penemuan Bangkai Pesawat

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa indikasi awal keberadaan pesawat terdeteksi sekitar pukul 07.17 WITA. Saat itu, pesawat patroli udara melihat serpihan berwarna putih di sekitar Bukit Bulusaraung.

Tak lama kemudian, helikopter SAR mengonfirmasi temuan tersebut. Pada pukul 08.02 WITA, tim SAR darat menemukan serpihan besar di sisi utara puncak bukit, sebelum akhirnya badan pesawat berhasil ditemukan sekitar pukul 08.09 WITA.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan tim. Penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi oleh otoritas penerbangan terkait. (*)