Home - Nusantara - Menteri Trenggono Kunjungi Rumah Pegawai KKP yang Jadi Korban Pesawat Jatuh di Maros Sulsel

Menteri Trenggono Kunjungi Rumah Pegawai KKP yang Jadi Korban Pesawat Jatuh di Maros Sulsel

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi rumah dua pegawai KKP yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:00 WIB
Menteri Trenggono Kunjungi Rumah Pegawai KKP yang Jadi Korban Pesawat Jatuh di Maros Sulsel
Dok KKP Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memberikan keterangan pers terkait insiden pesawat ATR di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

HALLONEWS.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi rumah dua pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) malam.

Wahyu Trenggono antara lain mengunjungi rumah Yoga Naufal dan bertemu keluarganya. Yoga Naufal merupakan operator kamera pengawasan udara.

Beberapa saat sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono mengunjungi keluarga Deden Mulyana yang tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Deden Mulyana merupakan Penata Muda Tingkat I di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Istri Deden, Vera, menangis saat berbincang dengan Trenggono di dalam rumah. Sedangkan anak laki-laki Deden duduk di samping Trenggono. Ada satu momen Trenggono memeluk dan mengelus punggung bocah tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Wahyu Trenggono membenarkan ada tiga pegawai KKP di dalam pesawat yang jatuh di Maros. “Benar, terdapat pegawai KKP di pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara di wilayah pengelolaan perikanan di Republik Indonesia,” ujarnya.

Ketiga orang pegawai KKP tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Antara lain, Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat 1, jabatan analis kapal pengawas. Berikutnya, Deden Mulyana dengan pangkat penata muda tingkat 1, jabatan pengelola barang milik negara dan yang ketiga Yoga Naufal dengan jabatan operator foto udara.

Trenggono menyerahkan proses pencarian penumpang pesawat ATR 42-500 kepada Badan SAR Nasional (Basarnas), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Untuk memantau perkembangan pencarian pesawat air surveillance tersebut, terkait hal pencarian dan penyebab insiden kami serahkan seluruhnya kepada Basarnas, Knkt dan Kementerian Perhubungan,” tuturnya.

Sebelumnya, pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) diduga jatuh di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) siang.

Upaya pencarian telah dilakukan dan melibatkan ratusan aparat sipil, Polri, dan TNI. Namun hingga Minggu pagi, pesawat yang lepas landas dari Yogyakarta tersebut belum ditemukan.

Tim SAR dan masyarakat setempay masih melakukan upaya pencarian terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dinyatakan hilang di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan operasi pencarian dilakukan sejak sekitar pukul 13.30 Wita. Namun, upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala di antaranya hujan lebat disertai kabut tebal.

“Kami menerbangkan drone untuk melakukan pencarian namun terkendala kabut tebal dan hujan,” kata Sultan kepada wartawan, Sabtu malam. Ia menambahkan, kondisi cuaca saat pesawat dilaporkan hilang kontak berada dalam kondisi berawan dengan suhu berkisar antara 18 hingga 34 derajat celsius.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan jumlah orang di dalam pesawat yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebanyak 10 orang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa menyebut informasi itu berasal dari operator pesawat Indonesia Air Transport.

Data operator menunjukkan jumlah penumpang pesawat ATR 42-500 saat kejadian berjumlah 10 orang, bukan 11 orang seperti tercantum di manifest. Nama Captain Sukardi tercatat di manifest, tetapi tidak ikut penerbangan.

Sepuluh orang tersebut terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Mereka adalah:
1. Capt. Andy Dahananto
2. Yudha Mahardika
3. Hariadi
4. Junaidi
5. Franky D Tanamal
6. Esther Aprilita
7. Florencia Lolita
8. Deden, penumpang
9. Ferry, penumpang
10. Yoga, penumpang

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT ini terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu pagi. Sekitar 11.23 WIB dan 12.23 Wita, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekati landasan pacu Bandara Makassar. Proses pendekatan menunjukkan posisi pesawat berada di luar jalur seharusnya. Air Traffic Control kemudian memberi arahan ulang agar awak pesawat mengoreksi posisi.

Seharusnya Instruksi lanjutan kembali disampaikan supaya pesawat masuk ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Kontak dengan awak pesawat terputus saat arahan terakhir diberikan. Air Traffic Control langsung mendeklarasikan fase darurat Detresfa atau Distress Phase sesuai ketentuan. Pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. (*)