Home - Nasional - Kronologi Meninggalnya Cucu Konglomerat Indonesia, Alami Insiden Tragis di Jepang

Kronologi Meninggalnya Cucu Konglomerat Indonesia, Alami Insiden Tragis di Jepang

Cucu pengusaha terkemuka di Indonesia, Rylan Henry Pribadi, meninggal dunia pada usia 17 tahun akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang.

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:00 WIB
Kronologi Meninggalnya Cucu Konglomerat Indonesia, Alami Insiden Tragis di Jepang
Cucu konglomerat Indonesia, Rylan Hendry Pribadi meninggal dunia karena mengalami insiden di Jepang Foto: Facebook.com/Peter F Gontha

HALLONEWS.COM – Kabar duka datang dari keluarga konglomerat Henry Pribadi (Liem Oen Hauw). Seorang cucu sang konglomerat, Rylan Henry Pribadi, meninggal dunia pada usia 17 tahun akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Rylan terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.50 waktu setempat. Insiden terjadi di area perbatasan antara Niseko Tokyu Grand Hirafu dan Hanazomo Ski Resort, yang berada di Kota Kutchan.

Saat itu, korban terlilit tali pembatas di bagian leher saat meluncur dari lereng. Yang akhirnya membuat korban meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan (boundary rope) saat meluncur di lereng ski,” ungkap sumber dari kepolisian, Sabtu (17/1/2026).

Kejadian nahas itu pertama kali disadari oleh pemain ski lain yang melihat korban saat itu dalam keadaan tergeletak di lintasan. Yang langsung membuat pemain ski itu bergegas melaporkan kejadian itu ke petugas pengelola resort.

Setelahnya, pihak pengelola resort langsung menghubungi pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan oleh tali sebagai penanda batas lintasan.

Kuat dugaan, saat meluncur, leher korban mengenai tali tersebut. Lalu menyebabkan ia terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Usai kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, nyawanya tak dapat terselamatkan.

Dari hasil autopsi terungkap bahwa penyebab kematian adalah asfiksia atau mati lemas akibat tekanan pada leher. Korban sendiri datang ke Niseko bersama sejumlah temannya untuk berlibur dan bermain ski.

Namun, saat kecelakaan terjadi, ia tengah meluncur seorang diri. Imbas kejadian kronologi meninggalnya cucu konglomerat Indonesia, Rylan Hendry Priadi itu, saat ini hak kepolisian Jepang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi kejadian, termasuk kondisi lintasan dan penempatan tali pembatas.

Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah terdapat faktor keselamatan yang perlu dievaluasi agar insiden serupa tidak terulang. Usai kejadian, pengusaha dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F Gontha di akun Facebook pribadinya juga menulis pesan duka untuk Rylan Henry Pribadi mengembuskan napas terakhirnya saat berada di Jepang.

“Saya ingin menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya secara pribadi kepada Henry dan Emmy, atas kepergian cucu tercinta mereka, Rylan, dalam sebuah kecelakaan olahraga di Jepang,” tulis Peter F Gontha, Sabtu (17/1/2026).

Peter juga menambahkan betapa tidak terbayangkannya rasa duka yang dialami keluarga saat harus kehilangan anak yang masih begitu muda.

Henry Pribadi telah melewati perjalanan panjang seorang pengusaha yang pernah berada di puncak kejayaan konglomerasi nasional. Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1948, Henry Pribadi sukses mendirikan konglomerasi Napan Group yang bergerak di berbagai sektor di antaranya properti dan telekomunikasi. (dik)