Home - Olahraga - Jelang Derby Manchester: Mungkinkah Carrick Hadapi City Tanpa Striker Murni?

Jelang Derby Manchester: Mungkinkah Carrick Hadapi City Tanpa Striker Murni?

Jelang Derby Manchester, Michael Carrick mungkin turunkan skuad Manchester United tanpa striker murni saat menghadapi Manchester City di Old Trafford.

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:30 WIB
Jelang Derby Manchester: Mungkinkah Carrick Hadapi City Tanpa Striker Murni?
Michael Carrick, pelatih anyar Manchester United (MU) ( dok X MU)

HALLONEWS.COM – Derby Manchester akhir pekan ini bukan hanya jadi ujian emosional bagi Michael Carrick, sebagai pelatih anyar Manchester United (MU), tetapi juga tantangan taktis pertamanya sebagai pelatih kepala.

Salah satu pertanyaan besar jelang laga panas melawan Manchester City di Old Trafford, Sabtu (16/1/2026) adalah mungkinkah Carrick membawa tim Setan Merah bermain tanpa striker murni?

Sebagai pemain, Carrick jelas memiliki rekam jejak impresif saat menghadapi City. Dari 30 pertemuan di semua kompetisi, ia mencatatkan tingkat kemenangan 50 persen. Kini, legenda lini tengah United itu akan memimpin derby pertamanya sebagai juru taktik dari pinggir lapangan.

Pengalaman Carrick sebagai manajer terakhir kali terlihat saat menangani Middlesbrough. Datang pada Oktober 2022 ketika Boro berada di sekitar zona degradasi Championship, Carrick langsung menerapkan gaya permainan rapi, terkontrol, dan progresif.

Hasilnya, Middlesbrough melaju hingga babak play-off pada musim debutnya—sebuah pencapaian yang memperkuat reputasinya sebagai pelatih dengan potensi besar.

Kini, Carrick dipercaya menukangi Manchester United, minimal hingga akhir musim 2025/26. Ia pun sadar betul bahwa tugas utamanya bukan sekadar mencari hasil, tetapi juga menghidupkan kembali gairah dan kegembiraan di Old Trafford.

“Semoga kita bisa memainkan gaya sepak bola yang benar-benar menarik, positif, dan mengekspresikan diri. Saya ingin menikmati dan menonton anak-anak bermain, tentu saja hasilnya juga harus menyertai,” ujar Carrick seperti dikutip laman Liga Premier, Sabtu (16/1/2026).

Secara teori, Carrick kerap diasosiasikan dengan formasi 4-2-3-1, sistem yang ia gunakan dalam 120 dari 136 pertandingan bersama Middlesbrough. Formasi ini juga jadi pilihan paling familiar di Manchester United dalam beberapa laga terakhir terutama di tangan Flacher.

Namun, kondisi skuad saat ini membuka peluang pendekatan berbeda. United tak memiliki pemain sayap kiri murni, kecuali jika bek kiri Patrick Dorgu didorong lebih maju.

Sebaliknya, Carrick justru memiliki stok gelandang serang yang melimpah seperti Bruno Fernandes, Matheus Cunha, Mason Mount, dan Kobbie Mainoo pemain-pemain yang performa terbaiknya datang saat bermain di area sentral.

Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa Carrick bisa saja memilih kejutan taktis, termasuk bermain tanpa striker murni.

Bukan hal baru bagi Carrick untuk bersikap fleksibel. Saat menjadi manajer interim United pada November 2021, ia pernah menerapkan formasi 4-3-1-2 yang sempit dan pragmatis saat bertandang ke markas Chelsea.

Dalam laga tersebut, United hanya menguasai bola 34,3 persen dan melepaskan tiga tembakan, namun berhasil menahan imbang Chelsea 1-1. Dengan dua penyerang terpisah dan Bruno Fernandes sebagai gelandang serang, fokus Carrick kala itu adalah memperkuat lini tengah dan meredam ancaman lawan.

Menghadapi Manchester City yang dominan dalam penguasaan bola, pendekatan serupa bisa kembali digunakan. Bermain tanpa striker murni memungkinkan Carrick memadatkan lini tengah, meningkatkan kontrol permainan, serta memaksimalkan kreativitas para gelandangnya.

Apapun keputusan taktisnya, satu hal jelas: Derby Manchester akan jadi panggung pertama bagi Carrick untuk menunjukkan identitas kepelatihannya. Apakah ia akan memilih sistem aman atau justru mengejutkan City dengan skema tanpa striker, jawabannya akan tersaji di Old Trafford. (wib)