Sarana Penunjang Semakin Baik, 96 Sekolah di Tangerang Direvitalisasi oleh Pemerintah
Sebanyak 96 sekolah di Tangerang Raya direvitalisasi pemerintah melalui Kemendikdasmen dengan anggaran Rp105 miliar untuk meningkatkan sarana pendidikan yang aman dan nyaman.

HALLONEWS.COM — Sebanyak 96 sekolah di wilayah Tangerang Raya telah selesai direvitalisasi dengan total anggaran Rp105 miliar. Puluhan sekolah tersebut merupakan bagian dari 323 sekolah di Provinsi Banten yang direvitalisasi pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025.
Program revitalisasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini merupakan upaya pemerintah dalam menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
Revitalisasi mencakup perbaikan serta pembangunan ruang kelas, fasilitas sanitasi, ruang praktik, perpustakaan, laboratorium, hingga berbagai sarana pendukung lainnya, guna menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang ramah anak dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.
Peresmian sekolah-sekolah di Tangerang Raya yang telah selesai direvitalisasi dipusatkan di SD Islam Ruhama Lab School Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu (14/1/2026).
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan satuan pendidikan menjadi ruang belajar yang layak dan bermartabat.
“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan sekolah-sekolah kita menjadi tempat belajar yang layak, aman, dan mendukung pembelajaran bermutu bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan atau renovasi ruang kelas, tetapi juga mencakup penambahan toilet, perpustakaan, laboratorium, serta berbagai sarana fisik lainnya.
“Sebagaimana arahan Presiden, kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak layak. Sekolah harus menjadi tempat yang memuliakan anak,” tegasnya.
Di SD Islam Ruhama, revitalisasi dilakukan melalui pembangunan toilet beserta sarana sanitasi. Sementara di SMK Islam Ruhama, revitalisasi meliputi pembangunan ruang teori, ruang praktik siswa Bisnis Digital, ruang OSIS, perpustakaan, ruang UKS, ruang administrasi, kamar mandi bersama, serta laboratorium komputer.
Kepala SD Islam Ruhama Cirendeu, Sindi Rosmilda, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai penerima Program Revitalisasi 2025. Ia mengungkapkan bahwa proses revitalisasi berlangsung sejak Agustus 2025 dan selesai sesuai target pada Desember 2025.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Kami berharap hasil revitalisasi ini menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Dengan sarana yang memadai, keseimbangan antara fasilitas dan jumlah peserta didik dapat terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKS Hanjuang Kabupaten Tangerang, Ratu Shodfatul Munifah, menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi berupa ruang kelas, toilet, dan satu unit perpustakaan sangat membantu peningkatan sarana prasarana sekolah.
Sebagai sekolah yang masih berkembang, dukungan tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap kenyamanan pembelajaran sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sekolah dalam menghadapi masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu’ti. Alhamdulillah, dengan adanya ruang kelas, toilet, dan perpustakaan yang baru, minat calon peserta didik mulai meningkat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” tuturnya.
Selain peresmian revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, spiritual, dan digital.
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen turut meluncurkan lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025, serta menutup kegiatan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.
Seremoni peresmian di SD Islam Ruhama diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti secara serentak oleh 100 sekolah di Tangerang Raya sebagai upaya menumbuhkan karakter positif peserta didik.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 Kemendikdasmen telah melaksanakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Banten yang menjangkau 323 sekolah, terdiri atas 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, dan 5 PKBM, dengan total nilai bantuan Rp380 miliar.
Khusus di Tangerang Raya—meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang—terdapat 96 sekolah penerima revitalisasi dengan total nilai bantuan Rp105 miliar.
Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan revitalisasi vokasi dan pendidikan khusus serta pendidikan layanan khusus (PKPLK). Total nilai bantuan vokasi PKPLK di Provinsi Banten mencapai Rp131,73 miliar, dengan nilai bantuan di Tangerang Raya sebesar Rp54,75 miliar. (GAA)
