Dari Masjid Al-Ikhlas hingga Kinerja Saham PANI: Harmoni Konstitusi, Kawasan Plural, dan Dampak Ekonomi PIK 2
Peresmian Masjid Al-Ikhlas di PIK 2 mencerminkan harmoni nilai konstitusi, kawasan urban yang plural dan inklusif, serta dampak positif terhadap kinerja ekonomi dan saham PANI.

HALLONEWS.COM – Peresmian Masjid Al-Ikhlas di kawasan River Walk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Kamis, (15/1/ 2026), menandai lebih dari sekadar bertambahnya fasilitas ibadah.
Momentum ini mencerminkan pertemuan antara nilai-nilai konstitusional, pembangunan kawasan modern yang inklusif, serta dinamika ekonomi yang terus bertumbuh di kawasan PIK 2.
Masjid Al-Ikhlas diresmikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, didampingi jajaran pimpinan Agung Sedayu Group (ASG), antara lain Pendiri ASG Sugianto Kusuma (Aguan), Direktur Utama ASG Nono Sampono, serta CEO ASG Steven Kusumo.
Dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan nilai investasi sekitar Rp45 miliar, masjid ini memiliki kapasitas hingga 600 jemaah dan mengusung arsitektur Timur Tengah bergaya Ottoman yang megah namun tetap khidmat.
Dalam sambutannya, Nono Sampono menegaskan bahwa pembangunan Masjid Al-Ikhlas merupakan wujud komitmen ASG dalam menciptakan kawasan yang harmonis dan berlandaskan toleransi.
Menurutnya, masjid tidak hanya dimaknai sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, serta penguatan solidaritas umat.
Pandangan tersebut sejalan dengan tausiah Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang menyebut masjid sebagai rumah kemanusiaan, ruang untuk memberdayakan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Pandangan tersebut memiliki pijakan kuat dalam konstitusi. UUD 1945 Pasal 28E ayat (1) menjamin kebebasan setiap orang untuk memeluk agama dan beribadah menurut keyakinannya, sementara Pasal 29 ayat (2) menegaskan kewajiban negara untuk menjamin kemerdekaan beragama bagi seluruh penduduk. Dalam konteks ini, PIK 2 tampil sebagai representasi kawasan urban modern yang berupaya mengaktualisasikan amanat konstitusi tersebut dalam praktik pembangunan.
Pengembangan PIK 2 tidak hanya menghadirkan Masjid Al-Ikhlas, tetapi juga berbagai fasilitas ibadah lintas agama.
Di kawasan PIK dan PIK2 telah berdiri sejumlah masjid dan musala, vihara, serta ruang doa. Di saat yang sama, beberapa rumah ibadah lainnya juga tengah dibangun atau direncanakan, antara lain NDC The Core (Nafiri Discipleship Church), Gereja Kemah Tabernakel (GKT), Basilica Maria Bunda Kita, Gereja Regina Caeli, serta Gilgal Center 2.
Secara keseluruhan, jumlah tempat ibadah yang telah ada dan dalam proses pembangunan di kawasan PIK diperkirakan mencapai lebih dari 25–30 fasilitas, mencerminkan karakter kawasan yang plural dan inklusif.
Pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, dan kemanusiaan tersebut berjalan seiring dengan penguatan kinerja ekonomi kawasan.

Hal ini tercermin dari performa PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebagai salah satu motor pengembangan PIK 2.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, PANI mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,09 triliun, tumbuh 48 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp791,3 miliar, meningkat 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh kuatnya penjualan tanah dan bangunan, serta percepatan serah terima produk residensial dan komersial.
Dengan total aset sebesar Rp49,5 triliun dan cadangan lahan mencapai 1.855 hektare, PANI dinilai memiliki fondasi yang solid untuk mendukung pengembangan kawasan terpadu dalam jangka panjang.
Dari sisi pergerakan harga saham, CEO dan Founder YES INVEST, Yesaya Christofer, menilai saham PANI mulai menunjukkan sinyal rebound yang sehat setelah harga mampu bertahan di area support kuat 10.875–10.175.
Munculnya pola higher low yang disertai candle hijau dengan volume meningkat mengindikasikan kembalinya minat beli pasca koreksi.
Saat ini, pergerakan harga PANI mengarah ke area resistance 15.000 yang bertepatan dengan resistance dari pola pergerakan triangle pada time frame mingguan.
Dari sisi momentum, indikator Stochastic bergerak naik dan keluar dari area oversold, menandakan momentum rebound masih terjaga. Selama harga bertahan di atas area support, harga saham PANI cenderung positif.
Lebih lanjut, Yesaya Christofer juga berpendapat bahwa pembangunan fasilitas ibadah dan sosial seperti Masjid Al-Ikhlas serta rumah ibadah lintas agama memiliki dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan.
Kawasan yang inklusif dan toleran cenderung memiliki stabilitas sosial yang lebih baik, meningkatkan daya tarik hunian, memperkuat permintaan properti, dan pada akhirnya menopang nilai aset serta pendapatan pengembang.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika makroekonomi dan siklus sektor properti dalam pengambilan keputusan investasi.
Pada akhirnya, peresmian Masjid Al-Ikhlas menjadi simbol bagaimana pembangunan kawasan modern dapat berjalan seiring dengan nilai konstitusi, harmoni sosial, dan pertumbuhan ekonomi.
PIK 2 tidak hanya berkembang sebagai pusat hunian dan bisnis, tetapi juga sebagai ruang hidup bersama yang mencerminkan kebebasan beragama, toleransi, dan keberlanjutan, sebuah fondasi penting bagi masa depan kawasan urban Indonesia.(Yesaya Christofer/CEO Yes Invest)
