Menteri Ekonomi Kreatif Tinjau D-HUB SEZ BSD City, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Menteri Ekonomi Kreatif mengunjungi D-HUB SEZ BSD City untuk mendorong penguatan industri kreatif nasional sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

HALLONEWS.COM – BSD City kembali jadi sorotan nasional setelah Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ.
Kunjungan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan industri ekonomi kreatif sebagai sektor strategis penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada pertengahan Januari 2026 tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif meninjau langsung pengembangan ekosistem industri kreatif yang terintegrasi di kawasan BSD City.
D-HUB SEZ dirancang sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis kolaborasi lintas sektor, mencakup pendidikan, teknologi, kesehatan, serta ekonomi kreatif yang berorientasi global.
Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa penguatan industri kreatif sejalan dengan agenda nasional penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Sektor ekonomi kreatif memiliki daya ungkit besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan realisasi investasi. Data terbaru menunjukkan kontribusi subsektor ekonomi kreatif terhadap investasi nasional terus meningkat, mencerminkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam membangun ekosistem kreatif yang berdaya saing.
“Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, mulai dari film, animasi, gim, musik, hingga aplikasi digital. Kawasan seperti D-HUB SEZ menjadi contoh konkret bagaimana negara dan swasta dapat berkolaborasi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Sementara, Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kawasan inovasi yang mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat inovasi yang mampu melahirkan karya-karya kreatif berdaya saing internasional,” tuturnya.
Ia menilai, keberhasilan karya kreatif Indonesia di pasar global menjadi bukti bahwa talenta nasional mampu bersaing di tingkat internasional apabila didukung ekosistem yang tepat.
Menurut Michael, D-HUB SEZ tak hanya menawarkan infrastruktur kelas dunia, tetapi juga akses teknologi, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta konektivitas bisnis global.
“Kawasan ini diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan peran ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus menciptakan jutaan lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif juga meninjau sejumlah pelaku usaha di dalam kawasan, salah satunya Imajin, sebuah startup manufaktur berbasis platform digital yang menghubungkan pelanggan dengan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
