Dari Kampung di Jasinga, Golok Buatan Pemuda Ini Menembus Pasar Belanda
Pemuda asal Jasinga, Bogor, sukses mengembangkan usaha golok dan pisau warisan keluarga hingga menembus pasar Belanda berkat kerja keras dan ketekunan.

HALLONEWS.COM – Kisah seorang pemuda penempa besi di Jasinga, Bogor, patut menjadi inspirasi.
Sejak menamatkan studi di SMA Negeri 1 Jasinga, ia memfokuskan diri pada usaha turun-temurun orang tuanya, yakni membuat golok dan pisau.
Kepada wartawan media ini, Kamis (15/1/2026), pemuda bernama lengkap Rizki Peraldi ini bercerita bahwa dirinya memilih fokus mencari uang usai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.
Ia menanggalkan keinginan untuk sekadar berkumpul bersama pemuda sebaya hanya untuk menghabiskan waktu tanpa menghasilkan apa-apa, dan memilih bekerja keras sebagai penempa besi.
Usaha warisan almarhum ayahnya ini telah ia tekuni sejak tahun 2015. Produk berupa golok panjang dan pisau berkualitas sudah banyak ia hasilkan.
Bahkan, hasil karyanya telah dikirim ke berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk diekspor ke Belanda.
“Ini usaha warisan ayah. Saya lanjutkan. Produk kami ini banyak pesanan. Tapi ya begitu, usaha seperti ini kadang ramai pesanan, kadang sedikit, kadang juga sepi,” kata Rizki.
Agar hasil produknya tidak mengecewakan pemesan, ia sangat selektif dalam memilih bahan dasar berupa per mobil.
“Bahan yang bagus itu per dari mobil cold diesel. Satu batang per bisa menghasilkan empat golok. Kalau pisau bisa dapat sekitar 60 buah. Saya butuh dua hari sampai golok atau pisau siap jual. Saya cari per di loakan,” ujarnya.
Dengan kualitas golok dan pisau yang dibuatnya, Rizki menjual produknya kepada pemesan atau petani secara eceran dengan harga Rp500 ribu per golok panjang dan Rp50 ribu untuk satu pisau berukuran 15 sentimeter.
Rizki mengaku bersyukur karena usaha yang ia jalankan di rumahnya di Kampung Tarisi, RT 03/02, Desa Bagong, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, tersebut memberinya rezeki lebih.
Rizki yang masih melajang ini bertutur bahwa usaha tersebut sempat terhenti karena orang tuanya menginginkan dirinya mencari pekerjaan di luar daerah.
Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ia kembali ke kampung halaman dan menghidupkan lagi usaha turun-temurun tersebut.
Pemuda asal Jasinga ini juga ternyata memiliki keahlian lain. Selain menjadi penempa besi, ia juga mampu memperbaiki senjata yang rusak. (opy)
