Home - Olahraga - Unggul Mental, Arsenal Menangi London Derby di Stamford Bridge

Unggul Mental, Arsenal Menangi London Derby di Stamford Bridge

Arsenal menunjukkan kematangan mental saat menaklukkan Chelsea 3-2 di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris di Stamford Bridge. Hasil ini membuat The Gunners berada di posisi ideal jelang leg kedua di Emirates.

Kamis, 15 Januari 2026 - 7:46 WIB
Unggul Mental, Arsenal Menangi London Derby  di Stamford Bridge
Para pemain Arsenal merayakan gol yang mereka cetak ke gawang Chelsea. (IG Premier League)

HALLONEWS.COM – Arsenal menunjukkan kematangan mental dan efektivitas permainan saat menundukkan Chelsea 3-2 pada leg pertama semifinal Piala Liga Inggris (Carabao Cup) di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dinihari.

Kemenangan ini memberi The Gunners keunggulan krusial jelang leg kedua di Stadion Emirates awal Februari mendatang.

Meski bermain di kandang lawan, pasukan Mikel Arteta tampil tenang dan disiplin. Arsenal tidak hanya unggul dalam penguasaan momentum, tetapi juga memaksimalkan kelemahan Chelsea, khususnya dalam bertahan dan mengantisipasi bola mati.

Gol pembuka Arsenal tercipta cepat pada menit ketujuh. Situasi sepak pojok kembali menjadi senjata mematikan, ketika Ben White lepas dari pengawalan dan menanduk bola masuk ke gawang.

Gol ini mempertegas konsistensi Arsenal sebagai salah satu tim paling produktif dari skema bola mati musim ini.

Chelsea, yang menjalani laga kandang pertama di bawah manajer anyar Liam Rosenior, berusaha merespons dengan tempo tinggi. Beberapa kali serangan dari sisi sayap sempat merepotkan lini belakang Arsenal, namun penyelesaian akhir menjadi persoalan utama tuan rumah di babak pertama.

Petaka bagi Chelsea datang di awal babak kedua. Kesalahan fatal penjaga gawang Robert Sánchez membuat Arsenal menggandakan keunggulan. Umpan silang rendah dari sisi kanan gagal diamankan dengan sempurna, dan Viktor Gyökeres tanpa kesulitan memanfaatkannya untuk mencetak gol kedua.

Tertinggal dua gol memaksa Rosenior mengambil risiko. Keputusan memasukkan Alejandro Garnacho terbukti tepat. Pemain muda itu langsung memberi dampak instan dengan gol yang memperkecil ketertinggalan dan membangkitkan atmosfer stadion.

Namun, Arsenal kembali menunjukkan ketenangan mereka. Saat Chelsea mulai percaya diri, The Gunners justru mematikan momentum lewat gol ketiga. Kerja sama rapi di lini tengah diakhiri dengan penyelesaian klinis Martín Zubimendi yang membuat skor kembali menjauh.

Chelsea tak menyerah. Garnacho mencetak gol keduanya lewat situasi bola mati di menit-menit akhir, menjaga asa The Blues tetap hidup.

Meski begitu, hingga peluit panjang berbunyi, Arsenal mampu mengelola tekanan dan mempertahankan keunggulan tipis.
Hasil ini membuat Arsenal berada di posisi ideal. Dengan keunggulan agregat 3-2, mereka hanya membutuhkan hasil imbang pada leg kedua di Emirates untuk memastikan tiket ke final Piala Liga Inggris di Wembley.

Sebaliknya, Chelsea menghadapi tantangan berat. Selain wajib menang dengan selisih minimal dua gol, Rosenior juga harus segera membenahi organisasi pertahanan timnya yang kembali menjadi titik lemah.

Leg kedua diprediksi berlangsung sengit. Arsenal akan mengandalkan pengalaman dan stabilitas permainan, sementara Chelsea bertaruh pada semangat kebangkitan dan agresivitas untuk membalikkan keadaan. (wib)