Home - Nusantara - 17 Hari Dicari, Pendaki Muda Ini Ditemukan Tewas di Gunung Slamet: Pesan Terakhirnya Bikin Merinding

17 Hari Dicari, Pendaki Muda Ini Ditemukan Tewas di Gunung Slamet: Pesan Terakhirnya Bikin Merinding

Pendaki muda asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan, ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet setelah 17 hari pencarian. Pesan terakhir korban sebelum hilang jadi sorotan.

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:00 WIB
17 Hari Dicari, Pendaki Muda Ini Ditemukan Tewas di Gunung Slamet: Pesan Terakhirnya Bikin Merinding
Konferensi pers Tim SAR gabungan setelah menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan yang hilang di Gunung Selamat. (Dok Tim SAR)

HALLONEWS.COM — Harapan keluarga dan tim pencari akhirnya menemukan jawaban, namun berujung duka.

Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 17 hari pencarian intensif.

Kabar duka ini dikonfirmasi pada Rabu (14/1/2026) oleh tim SAR gabungan. Jenazah Syafiq ditemukan di kawasan punggungan Gunung Malang, dekat area Batu Watu Langgar, lokasi yang dikenal ekstrem dan berada jauh dari jalur pendakian resmi.

Medan terjal, vegetasi rapat, serta cuaca yang cepat berubah membuat proses pencarian dan evakuasi berlangsung sangat menantang.

Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang sejak akhir Desember 2025. Ia mendaki bersama seorang rekannya, namun keduanya terpisah di tengah perjalanan. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika Syafiq sempat mengirim pesan singkat kepada keluarganya yang menyebutkan dirinya tersesat.

Pesan itulah yang kemudian viral dan memicu perhatian luas publik serta komunitas pendaki.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta komunitas pecinta alam melakukan penyisiran di berbagai sektor, termasuk jalur Bambangan dan Baturraden.

Namun, sulitnya medan dan minimnya jejak membuat pencarian berjalan lambat. Baru pada hari ke-17, keberadaan Syafiq berhasil dipastikan melalui hasil penyisiran lanjutan di area yang jarang dilalui pendaki.

Proses evakuasi jenazah tidak berlangsung singkat. Tim membutuhkan waktu sekitar 15 jam untuk membawa jenazah turun ke pos aman. Faktor kemiringan lereng, cuaca berkabut, dan kondisi fisik tim jadi tantangan utama selama evakuasi berlangsung.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi para pendaki, terutama pemula, agar selalu mematuhi prosedur pendakian, menggunakan jalur resmi, serta membekali diri dengan peralatan navigasi dan komunikasi yang memadai.

Gunung Slamet, meski populer, dikenal memiliki karakter medan yang kompleks dan berbahaya jika tidak dipersiapkan dengan matang.

Kepergian Syafiq meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga komunitas pendaki di seluruh Indonesia. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran penting agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas alam bebas.(boi)