29 Orang Tewas, KA Tabrak Derek di Proyek Kereta Cepat Thailand
KA menabrak derek di proyek kereta cepat Thailand, menewaskan 29 orang di Nakhon Ratchasima. Insiden memicu sorotan keselamatan infrastruktur.

HALLONEWS.COM— Tragedi transportasi mengguncang Thailand setelah kereta api (KA) penumpang menabrak derek konstruksi di kawasan proyek kereta cepat, menewaskan sedikitnya 29 orang. Insiden maut ini terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026 waktu setempat, di Provinsi Nakhon Ratchasima, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu sorotan tajam terhadap standar keselamatan proyek infrastruktur strategis tersebut.
Hingga Rabu (14/1/2026), tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban dan mengidentifikasi jenazah yang terjebak di dalam rangkaian yang rusak parah.
Kronologi Kejadian
KA yang melayani rute Bangkok–Ubon Ratchathani tengah melintas di area yang berdekatan dengan pekerjaan proyek kereta api cepat. Sebuah derek yang digunakan untuk konstruksi diduga berada terlalu dekat dengan jalur aktif, sehingga terjadi benturan. Akibatnya, rangkaian anjlok dan muncul kebakaran singkat.
Keterangan awal kepolisian kepada Reuters menyebutkan bahwa benturan dengan derek menjadi pemicu insiden, sementara penyebab teknis pasti masih didalami penyidik.
Menteri Perhubungan Thailand Piphat Ratchakitprakan menyatakan sekitar 195 penumpang berada di dalam KA saat kejadian. Kepala Kepolisian Provinsi Nakhon Ratchasima Narongsak Phromthara mengatakan beberapa korban terjebak di bagian rangkaian yang terbakar, sehingga proses evakuasi dan identifikasi memerlukan kehati-hatian ekstra. “Sebagian jenazah mengalami luka bakar parah,” katanya.
Proyek Strategis di Bawah Sorotan
Lokasi insiden merupakan bagian dari proyek kereta api cepat senilai sekitar £12 miliar yang berada di bawah pengawasan State Railway of Thailand. Proyek ini dirancang memperkuat konektivitas Thailand dengan China dan kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah mengakui insiden keselamatan pernah terjadi sebelumnya di area proyek, termasuk runtuhnya struktur terowongan pada tahap pembangunan terdahulu. Tragedi kali ini kembali memantik kritik soal koordinasi keselamatan antara jalur aktif dan aktivitas konstruksi.
Perdana Menteri sementara Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan pemerintah akan bertindak tegas jika ditemukan kelalaian.
“Semua pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya. Ia juga menginstruksikan State Railway of Thailand untuk mengajukan laporan pidana terhadap kontraktor proyek.
Reaksi dan Tanggapan Luar Negeri
Duka dan kecaman datang dari berbagai pihak. Mantan anggota parlemen Suphanat Minchaiynunt menuntut pertanggungjawaban perusahaan konstruksi yang terlibat.
Duta Besar Inggris untuk Thailand Mark Gooding menyampaikan belasungkawa dan menyatakan Inggris berdiri bersama Thailand.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan Beijing menyelidiki detail insiden dan menegaskan keselamatan proyek serta pekerja sebagai prioritas.
Otoritas Thailand masih mendalami prosedur keselamatan di area konstruksi, peran operator derek, serta mekanisme pengamanan jalur saat pekerjaan berlangsung. Publik menanti hasil investigasi resmi yang diharapkan memberi kejelasan sekaligus mencegah tragedi serupa terulang. (ren)
