Home - Nusantara - Renovasi Sejumlah Sekolah, Dompet Dhuafa Bangkitkan Kembali Asa Pendidikan Anak-anak di Sumatera

Renovasi Sejumlah Sekolah, Dompet Dhuafa Bangkitkan Kembali Asa Pendidikan Anak-anak di Sumatera

Dompet Dhuafa bergerak memulihkan pendidikan pascabencana dengan renovasi sekolah dan sekolah darurat bagi anak-anak Sumatera.

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:00 WIB
Renovasi Sejumlah Sekolah, Dompet Dhuafa Bangkitkan Kembali Asa Pendidikan Anak-anak di Sumatera
Dompet Dhuafa perbaiki sejumlah sekolah di Aceh. (Dok Dompet Dhuafa)

HALLONEWS.COM — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera tak hanya menghancurkan rumah dan memutus akses warga, tetapi juga melumpuhkan denyut pendidikan.

Ruang-ruang kelas terendam lumpur, papan tulis rusak, dan halaman sekolah berubah menjadi kubangan. Ribuan anak terancam kehilangan hak belajar di awal semester 2026.

Di tengah situasi tersebut, Dompet Dhuafa hadir membawa harapan. Lembaga filantropi Islam ini bergerak cepat melakukan renovasi sekolah terdampak banjir serta membangun sekolah darurat demi memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan bagi anak-anak penyintas bencana.

Mengawali semester baru, Senin (12/1/2026), Dompet Dhuafa merampungkan renovasi SD Negeri 03 Meureudu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1, dan MIN 4 Meurah Dua di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Renovasi meliputi pembersihan lumpur sisa banjir, perbaikan struktur bangunan yang rusak, hingga pengecatan ulang ruang kelas. Seluruh proses dilakukan melalui unit DD Konstruksi.

Tak hanya memulihkan bangunan fisik, kembalinya aktivitas belajar di sekolah-sekolah tersebut menjadi simbol bangkitnya asa anak-anak pascabencana.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan anak-anak kembali bersekolah. Semoga ini menjadi penjaga asa pendidikan mereka,” ujar Herdiansah, Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, saat meresmikan kembali SD Negeri 03 Meureudu.

Menurutnya, renovasi ini baru langkah awal. Dompet Dhuafa menargetkan perbaikan sejumlah sekolah lain serta menghadirkan puluhan sekolah darurat di tiga provinsi terdampak banjir di Pulau Sumatera.

Apresiasi atas upaya tersebut datang dari Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Abu Rohmad, SAg., MAg. Saat meninjau pembangunan sekolah darurat di MIN 1 Pidie Jaya, ia menilai langkah Dompet Dhuafa sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan pendidikan pascabencana.

“Bantuan ini sangat berarti untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Kami berharap dukungan serupa dapat menjangkau sekolah-sekolah lain yang mengalami kerusakan berat,” katanya.

Dukungan juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH. Ia menyebut renovasi sekolah dan bantuan perlengkapan belajar mampu memulihkan semangat anak-anak untuk kembali belajar.

“Kami mengapresiasi kepedulian Dompet Dhuafa. Semoga bantuan ini terus berlanjut bagi sekolah lain yang rusak parah akibat banjir,” ujarnya.

Dalam kegiatan peresmian, Dompet Dhuafa turut membagikan paket school kit berisi alat tulis dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak penyintas, sehingga kebutuhan belajar mereka dapat terpenuhi.

Berdasarkan data Tim Respon Darurat Pendidikan (RDP) Dompet Dhuafa, lebih dari 2.300 siswa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Sejak Desember 2025, sebanyak 234 relawan telah diterjunkan untuk mengintervensi 23 sekolah, mendampingi 209 guru, dan membantu 2.341 siswa.

Sementara itu, data BNPB per 12 Januari 2026 mencatat kerusakan fasilitas pendidikan mencapai 1.312 unit di Aceh, 1.217 unit di Sumatera Utara, dan 659 unit di Sumatera Barat. Selain sektor pendidikan, Dompet Dhuafa juga terlibat dalam pembangunan rumah hunian sementara bagi para penyintas bencana.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian turut mengapresiasi kolaborasi Dompet Dhuafa dengan pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana.

“Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan dan menjaga harapan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah puing dan lumpur sisa banjir, sekolah-sekolah yang kembali berdiri menjadi penanda bahwa masa depan anak-anak penyintas masih bisa diperjuangkan. Bagi Dompet Dhuafa, menjaga pendidikan berarti menjaga harapan bangsa.(ver)