Perusahaan Tambang Nikel Ini Raih Fasilitas Kredit Rp100 Miliar dari Bank SMBC
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) meraih fasilitas kredit Rp100 miliar dari Bank SMBC Indonesia untuk modal kerja. Simak detail pinjaman, kondisi keuangan, serta pergerakan saham NICE terkini.

HALLONEWS.COM – Dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) menyampaikan keterbukaan informasi atas transaksi material yang memperoleh pengecualian.
Pada tanggal 7 Januari 2026, perusahaan pertambangan bijih nikel ini menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Dalam perjanjian tersebut, perusahaan akan menerima fasilitas kredit sebesar Rp100 miliar.
Tingkat suku bunga fasilitas kredit ini adalah Cost of Fund (COF) dengan margin tahunan 1,25%. Tenornya adalah dua belas bulan. Transaksi ini tidak membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham karena pinjaman diberikan langsung oleh lembaga perbankan, sesuai dengan Pasal 11 POJK 17/2020.
Manajemen mengatakan bahwa kredit ini akan digunakan sebagai cara untuk meminjam modal kerja. Menurut penelaahan internal perusahaan, kondisi keuangan perusahaan tidak terpengaruh secara signifikan oleh penerimaan fasilitas kredit tersebut.
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk sendiri didirikan pada tahun 2008 dan bergerak di bidang pertambangan bijih nikel melalui kegiatan eksplorasi dan produksi nikel laterit.
Tambang Perseroan berlokasi di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, sekitar 180 kilometer dari Kendari, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya nikel yang signifikan di Indonesia.
Perseroan mengelola tambang dengan luas konsesi sekitar 1.975 hektare, dengan kepemilikan dan operasional tambang dilakukan secara penuh oleh Perseroan.
Pergerakan Harga Saham
Saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk tercatat berada di level 470. Dalam satu minggu terakhir, saham ini menguat 15,20%, sementara dalam periode satu bulan saham mencatatkan kenaikan 14,15%.
Secara tiga bulanan, saham masih menguat 8,84%, dan dalam setahun terakhir mencatatkan apresiasi sebesar 31,28%. Adapun dalam periode tiga tahun, saham ini naik terbatas sebesar 7,31%.
Berdasarkan analisis Yesinvest, dari sisi fundamental, pendapatan dan laba Perseroan pada tahun 2025 tercatat mencapai level tertinggi sejak tahun 2020.
Namun demikian, Perseroan belum membagikan dividen kepada pemegang saham sejak tahun 2020. Dari sisi valuasi, saham ini masih tergolong premium dengan rasio harga terhadap nilai buku (PBV) berada di kisaran 9,02 kali.
Secara teknikal, pergerakan saham berada dalam fase sideways selama sekitar tujuh bulan terakhir. Area resistance terdekat berada di level 490, sementara area support utama berada di kisaran 420, dengan support lanjutan di area 372.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
