Resmi Menjabat Kapolresta Malang Kota, Ini Sepak Terjang Kombes Pol Putu Kholis Aryana
Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusinya. Ia juga berpesan kepada pejabat baru untuk beradaptasi cepat dan melanjutkan program yang sudah ada dengan inovasi baru.

HALLONEWS.COM – Kombes Pol Putu Kholis Aryana resmi menjabat sebagai Kapolresta Malang Kota, menggantikan Kombes Pol Nanang Haryono yang kini menjabat Dirreskrimsus Polda Kepulauan Babel.
Penunjukan ini merupakan bagian dari rotasi jabatan di Polda Jawa Timur yang digelar hari ini, Senin (12/1/2026).
Upacara serah terima jabatan (sertijab) digelar di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Surabaya, dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.
Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusinya. Ia juga berpesan kepada pejabat baru untuk beradaptasi cepat dan melanjutkan program yang sudah ada dengan inovasi baru.
“Saya berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang sudah ada, serta menghadirkan terobosan-terobosan positif dalam pelaksanaan tugas,” ujar Irjen Nanang.
Kombes Pol Putu Kholis Aryana, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya itu, kini siap menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Malang.
Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, ia diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Polresta Malang Kota.
“Rotasi jabatan ini diharapkan menjadi penyegaran organisasi sekaligus menegaskan komitmen peningkatan pelayanan publik di wilayah hukum Polda Jawa Timur,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Sebagai informasi, sebanyak 28 PJU dan Kapolres jajaran Polda Jatim turut mengikuti prosesi serah terima jabatan tersebut antara lain mantan Kapolres Malang Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengantikan Kombes Pol Nanang Haryono yang kini menjabat Dirreskrimsus Polda Kepulauan Babel.
Termasuk AKBP Ramadhan Nasution yang pernah menjabat Kasat Lantas Polresta Malang Kota kini menjabat Kapolres Gresik mengantikan
AKBP Rovan Richard Mahenu.
Rekam Jejak Kombes Putu Kholis Aryana
Kombes Putu Kholis Aryana merupakan perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2004 yang dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang reserse dan kepemimpinan.
Lahir tahun 1983, Putu Kholis mengawali kariernya di Polda Jawa Timur, dengan pengalaman awal sebagai Danton Dalmas, kemudian bertugas di Polresta Madiun pada fungsi patroli, reserse kriminal, hingga narkoba.
Ia juga pernah menjabat Kapolsek Jiwan, Madiun, yang memperkaya pengalamannya di level kewilayahan.
Kariernya terus berkembang di tingkat nasional ketika dipercaya menjadi ajudan Wakapolri, lalu mengemban sejumlah posisi strategis di Polresta Depok dan Bareskrim Polri.
Pengalamannya di Bareskrim, termasuk sebagai Koorspri Kabareskrim, membentuk kapasitasnya dalam penanganan kasus-kasus kriminal berskala besar dan kerja-kerja koordinatif lintas satuan.
Nama Putu Kholis Aryana semakin dikenal publik saat menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian Kapolres Malang pada Oktober 2022.
Di Malang, ia memimpin institusi kepolisian pada masa krusial pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Dalam periode tersebut, Putu Kholis menonjol dengan pendekatan humanis dan dialogis, mengedepankan community policing, keadilan restoratif, serta upaya pemulihan kepercayaan masyarakat melalui komunikasi terbuka dan keterlibatan langsung dengan berbagai elemen sosial.
Kiprahnya ini mengantarkannya meraih apresiasi publik, termasuk penghargaan sebagai figur inovator dalam keadilan transformatif.
Pada 2025, Putu Kholis Aryana mendapat amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Dalam jabatan tersebut, ia berperan penting dalam penanganan berbagai kasus kriminal di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, Putu Kholis dikenal sebagai perwira Polri dengan gaya kepemimpinan tegas namun humanis, berpengalaman luas dari tingkat kewilayahan hingga pusat, serta memiliki komitmen kuat terhadap penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada masyarakat. (min)
