Home - Megapolitan - Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir, Warga Jakarta Utara dan Barat Mengungsi

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir, Warga Jakarta Utara dan Barat Mengungsi

Curah hujan tinggi memicu banjir di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Ratusan warga mengungsi, BPBD kerahkan personel dan pompa air.

Senin, 12 Januari 2026 - 21:16 WIB
Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir, Warga Jakarta Utara dan Barat Mengungsi
Banjir merendam kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara, akibat curah hujan tinggi dan buruknya drainase lingkungan. Foto: Dokumen Hallonews

HALLONEWS.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur Ibu Kota menyebabkan banjir kembali melanda Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman akibat genangan air yang mencapai puluhan sentimeter dan merendam permukiman.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan lokasi pengungsian tersebar di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, serta Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok.

“Lokasi pengungsian berada di dua kelurahan tersebut hingga pukul 18.00 WIB,” ujar Yohan di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Di Kelurahan Kebon Bawang, tercatat 257 jiwa dari 256 kepala keluarga mengungsi di beberapa titik, antara lain Masjid Jami Ar Ridho, Mushala Jamiyatul, Mushala Al Ikhlas, kantor RW, serta SDN 05 Kebon Bawang.

Sementara itu, di Kelurahan Lagoa, sebanyak 25 warga dari 12 kepala keluarga mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05.

BPBD DKI Jakarta mencatat sembilan RT di Jakarta Utara terdampak banjir. Rinciannya: 2 RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan genangan sekitar 20 sentimeter, 2 RT di Kelurahan Lagoa dengan ketinggian air 15 sentimeter, 5 RT di Kelurahan Kebon Bawang dengan genangan tertinggi mencapai 60 sentimeter.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD mengerahkan personel ke lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Petugas gabungan melakukan penyedotan genangan, memastikan saluran air berfungsi optimal, serta menyiapkan kebutuhan dasar pengungsi bersama lurah dan camat setempat.

“Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.

Banjir turut berdampak di Jakarta Barat. Sebanyak 82 warga dari RT 008/RW 004 Komplek Kebersihan Tegal Alur, Kalideres, mengungsi ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek.

Wakil Camat Kalideres Ziki Zulkarnain menyebut pihaknya telah mendata kebutuhan 25 kepala keluarga terdampak.

“Kami memastikan warga mengungsi ke lokasi yang aman dan melakukan pendataan kebutuhan bantuan yang diperlukan,” ujar Ziki saat meninjau lokasi.

Menurutnya, warga mulai mengungsi sejak pukul 08.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari, ditambah kiriman air serta pengaruh pasang laut dari sekitar Kali Semongol.

“Selain hujan, terdapat kenaikan muka air laut dan aliran dari wilayah tetangga, yakni Tangerang,” katanya.

Lurah Tegal Alur Achmad Baihaki menyatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan.

“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD, Tagana, Sudin Sosial, PMI Jakarta Barat, dan unsur terkait lainnya agar bantuan dan kebutuhan warga segera terpenuhi,” ujarnya. (als)