Triniti Dinamik Rencana PMTHMETD Maksimal 757 Juta Saham Baru
PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) berencana menerbitkan hingga 757 juta saham baru melalui PMTHMETD untuk memperkuat permodalan. Saham TRUE sangat volatil dengan lonjakan harga signifikan, namun fundamental dan valuasi premium perlu dicermati investor.

HALLONEWS.COM – Sebagai bagian dari upaya PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) untuk meningkatkan struktur permodalan dan meningkatkan posisi keuangan, perusahaan mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Rencana ini diumumkan melalui keterbukaan informasi dan akan menjadi PMTHMETD pertama yang dilakukan oleh perusahaan.
Menurut manajemen, tujuan dari implementasi PMTHMETD adalah untuk menghasilkan nilai tambahan bagi semua pihak yang terlibat, termasuk pemegang saham publik.
Bisnis Perseroan dan/atau entitas anak akan menerima bantuan dari hasil operasi korporasi ini untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan untuk mengembangkan proyek yang akan datang.
Anggaran Dasar Perseroan terakhir per 18 Juni 2025, yang telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM, menetapkan bahwa Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 757.110.786 saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham, atau setara dengan maksimal 10% dari total saham yang telah disetorkan dan ditempatkan.
Manajemen menyatakan bahwa rencana PMTHMETD ini memenuhi persyaratan POJK No. 14/POJK.04/2019, khususnya ayat (1) Pasal 8C.
Selain itu, sebagai akibat dari tindakan korporasi ini, Perseroan juga telah mendapatkan persetujuan dari kreditur utama, PT Bank Pan Indonesia Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, mengenai kemungkinan perubahan struktur permodalan.
Setelah memperoleh persetujuan Pemegang Saham Independen melalui RUPSLB, PMTHMETD akan dilaksanakan. Persetujuan ini harus dilakukan paling lambat dua tahun sejak tanggal RUPSLB menyetujui PMTHMETD.
Dalam hal harga pelaksanaan, Perseroan menyatakan bahwa harga saham baru akan ditetapkan sesuai dengan Peraturan BEI No. I-A, yaitu paling rendah 90% dari harga penutupan saham rata-rata selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal permohonan pencatatan saham hasil PMTHMETD.
Karena Perseroan belum menandatangani perjanjian atau kontrak yang bersifat mengikat terkait proyek tertentu hingga keterbukaan informasi ini diterbitkan, seluruh dana bersih hasil PMTHMETD akan dialokasikan untuk modal kerja dan kegiatan operasional umum, serta untuk pengembangan usaha melalui pembangunan proyek yang dinilai yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Hingga saat ini, calon pemodal yang akan mengambil saham PMTHMETD belum ditentukan, tetapi mereka akan diberi hak yang sama seperti saham yang telah beredar, termasuk hak untuk memberikan suara dalam RUPS, dividen, dan hak atas tindakan korporasi lainnya.
Tentang Perusahaan
PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) adalah perusahaan yang beroperasi di bidang properti dan real estate sejak tahun 2014. Triniti Dinamik adalah bagian dari Triniti Land Group, yang juga membangun proyek di Brooklyn, Yukata, dan Collins, yang masing-masing bernilai lebih dari $1 miliar.
Beberapa proyek yang telah dibangun oleh perusahaan termasuk Springwood Residence, yang memiliki 1.400 unit, dan THE SMITH Office, SOHO, dan Residential.
Saham TRUE mencatatkan kinerja harga yang sangat agresif. Dalam 1 minggu terakhir saham melonjak 68,70%, sementara secara 1 bulan naik 96,49%. Dalam periode 3 bulan, saham TRUE tercatat melesat hingga 425,58%.
Secara tahunan, kinerja saham menunjukkan lonjakan ekstrem dengan kenaikan 2.535,29% dalam 1 tahun dan 772% dalam 3 tahun, mencerminkan volatilitas yang sangat tinggi.
Analisis YesInvest
Dari sisi fundamental, perlu dicermati bahwa penjualan Perseroan menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2021. Selain itu, hingga saat ini Perseroan juga belum pernah membagikan dividen, sementara valuasi saham berada pada level yang relatif tinggi dengan PBV sekitar 13x, yang dapat dikategorikan premium.
Dari sisi teknikal dan perilaku perdagangan, saham TRUE memiliki karakter sangat volatil, sering kali diikuti oleh fase tidak likuid atau periode pergerakan harga yang stagnan.
Pola seperti ini menuntut kehati-hatian ekstra, terutama bagi investor ritel, baik dari sisi manajemen risiko, likuiditas, maupun timing masuk. Investor disarankan tidak hanya terpaku pada lonjakan harga, tetapi juga mempertimbangkan risiko volatilitas dan keberlanjutan fundamental perusahaan.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
