Home - Ekonomi & Bisnis - Guncang Pasar Dunia! Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell Diselidiki Secara Pidana

Guncang Pasar Dunia! Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell Diselidiki Secara Pidana

Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell atas arahan Presiden Donald Trump, memicu kekhawatiran terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat.

Senin, 12 Januari 2026 - 17:30 WIB
Guncang Pasar Dunia! Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell Diselidiki Secara Pidana
Ketua Federal Reserve Jerome Powell. (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) telah membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Langkah ini diumumkan pada awal Januari 2026, menyusul arahan dari Presiden Donald Trump yang memerintahkan investigasi mendalam terhadap kinerja dan keputusan Powell selama menjabat sebagai pimpinan bank sentral AS.

Penyelidikan ini difokuskan pada dugaan pelanggaran yang terkait dengan pengelolaan kebijakan moneter, meskipun detail spesifik tuduhan belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang.

Keputusan ini merupakan lanjutan dari kritik Trump terhadap Powell, yang sejak masa kampanye telah menyatakan tidak puas dengan kemampuan Federal Reserve untuk menetapkan suku bunga secara mandiri.

Trump menganggap beberapa kebijakan Powell tidak sesuai dengan agenda pemerintahan dan telah menghambat pertumbuhan ekonomi. Penyelidikan pidana dimulai dengan tim jaksa federal yang memeriksa catatan keputusan, komunikasi internal, dan kemungkinan konflik kepentingan selama masa jabatan Powell.

Jerome Powell menanggapi dengan tegas, menyebut penyelidikan ini sebagai serangan langsung terhadap autonomi institusi Federal Reserve.

Dalam pernyataan publik, Powell menekankan bahwa pengabdian kepada tugas publik seringkali mengharuskan keteguhan dalam menghadapi ancaman atau tekanan dari luar. Ia menyatakan bahwa Federal Reserve tetap berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya sendiri untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesempatan kerja, tanpa terpengaruh oleh intervensi politik.

Penyelidikan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan ekonom dan pelaku pasar keuangan tentang potensi pengaruh pada reputasi Federal Reserve sebagai lembaga independen.

Selama bertahun-tahun, kemandirian bank sentral Amerika Serikat dianggap sangat penting untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap dolar AS dan sistem keuangan internasional.

Ada kritik bahwa tindakan ini dapat melemahkan kemampuan Federal Reserve untuk membuat keputusan moneter yang objektif, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan perubahan setelah fluktuasi sebelumnya.

Secara keseluruhan, penyelidikan kriminal yang dimulai oleh Kejaksaan AS terhadap Jerome Powell atas arahan Trump telah dianggap sebagai serangan terhadap kemerdekaan Federal Reserve, dengan menekankan bahwa tugas pengabdian publik memerlukan keteguhan menghadapi ancaman, seperti yang ditunjukkan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam penyelidikan ini.(Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)