Home - Megapolitan - Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Terapis Cantik di Lebak Banten, Ini Tampangnya

Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Terapis Cantik di Lebak Banten, Ini Tampangnya

Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi menangkap terduga pelaku pembunuhan terapis spa SM (23) di Lebak, Banten. Kasus ini masih diselidiki sambil menunggu hasil autopsi.

Senin, 12 Januari 2026 - 13:35 WIB
Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Terapis Cantik di Lebak Banten, Ini Tampangnya
Terduga pelaku pembunuhan SM (23) yakni Ahmad Riansa alias AR. Foto Polda Metro Jaya for Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Hampir sepekan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap Ahmad Riansa (AR), pria diduga terlibat dalam kematian terapis spa berinisial SM (23). AR diamankan di Kabupaten Lebak, Banten, jauh dari lokasi korban tewas di kamar kos di Bekasi Selatan.

Penangkapan tersebut mengungkap titik terang dalam kasus kematian SM yang sempat menggegerkan warga Bekasi. Meski demikian, polisi masih merahasiakan motif pembunuhan dan menunggu hasil autopsi untuk penyebab pasti kematian korban.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Subdirektorat 3 Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ressa F. Marasabessy. “Dilakukan penangkapan terhadap Ahmad Riansa,” ujar Ressa dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

Meski telah mengamankan terduga pelaku, polisi belum membeberkan motif pembunuhan maupun kronologi penangkapan secara rinci. Penyidik masih mendalami keterkaitan Ahmad dengan korban serta peran yang bersangkutan dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini mencuat setelah SM ditemukan meninggal dunia di kamar indekos Al-Ash, Jalan Letnan Arsyad Raya Nomor 3, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu 7 Januari 2026 pukul 20.26 WIB.

Penemuan jenazah bermula ketika seorang pria berinisial AS, yang mengaku sebagai keluarga korban, mendatangi lokasi kos atas permintaan ibu kandung SM. Korban tidak dapat dihubungi sejak siang hari.

Setelah pintu kamar diketuk berulang kali tanpa respons, AS bersama pengelola kos berinisial DRH membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, SM ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidur. Polisi kemudian melakukan olah TKP.

Di lokasi, petugas menemukan botol cairan pembersih toilet serta cairan muntahan di sekitar tubuh korban. Hingga kini kepolisian belum memastikan apakah cairan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau merupakan upaya pelaku menyamarkan kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, identitas pria berbaju hitam yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan menjadi perhatian publik telah diketahui penyidik.

Meski demikian, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian SM. Autopsi telah dilakukan di RS Polri Kramat Jati, dan jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 11 saksi, termasuk keluarga korban, pengelola kos, serta pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan SM sebelum ditemukan meninggal dunia. Braiel menambahkan, belum ada temuan baru dari hasil olah TKP lanjutan. (dul)