Digelontor Rp100 Miliar, Proyek Mangkrak Tiang Monorel Bang Yos Dibongkar Pramono Pekan Depan
Pemprov DKI Jakarta memastikan pembongkaran 98 tiang monorel mangkrak di Kuningan dimulai pekan depan. Anggaran Rp100 miliar disiapkan demi wajah baru Jakarta yang lebih tertata dan nyaman.

HALLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai langkah besar menata ulang kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Salah satu fokus utama adalah pembongkaran puluhan tiang monorel mangkrak yang selama bertahun-tahun menjadi simbol proyek transportasi gagal di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan sudah berdiri sejak 2003.
Menurutnya, pembongkaran itu bagian dari penataan besar-besaran kawasan Rasuna Said.
Pramono mengatakan, proyek mangkrak itu tak pernah tuntas, dan menjadi beban bagi Gubernur DKI 2007–2012, Sutiyoso (Bang Yos).
“Minggu depan ini, monorel yang sudah dibangun dari tahun 2003 kita bongkar. Dan saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak, karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi, ” kata Pramono, Minggu (11/1/2026).
Dia menyebut, pembongkaran tiang monorel tidak hanya menghilangkan struktur yang sudah mangkrak sejak lama. Namun, lebih dari itu untuk merapikan kawasan dan memperbaiki infrastruktur jalan.
“Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan sebagainya. Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar. Kalau bongkar saja, kecil banget lah harganya,” ujar Pramono.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat terdapat 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Rasuna Said. Proses pengerjaan ditargetkan selesai pada September 2026, dengan tetap memperhatikan kelancaran lalu lintas.
Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, memastikan pembongkaran akan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menjelaskan proyek ini bukan hanya soal merobohkan tiang beton.
Pemprov juga akan melakukan penataan jalan dan trotoar agar lebih aman, nyaman, fungsional, serta mendukung estetika kota.
Untuk keseluruhan program penataan kawasan Kuningan, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dari APBD 2026.
“Kuningan adalah kawasan strategis. Di sini terdapat pusat bisnis, diplomasi, serta jalur transportasi publik seperti LRT dan Transjakarta. Ini wajah Jakarta yang harus ditata dengan baik,” kata Yustinus.
Sebagai catatan, proyek monorel Jakarta pertama kali dimulai pada 2003, namun tersendat akibat persoalan pembiayaan. Meski sempat dibangun tiang pancang, proyek tersebut akhirnya dihentikan dan meninggalkan struktur beton di tengah jalan selama lebih dari satu dekade.
Berbagai wacana kelanjutan proyek sempat muncul, hingga akhirnya pemerintah memutuskan fokus pada pengembangan MRT dan LRT sebagai tulang punggung transportasi massal Jakarta.
Kini, pembongkaran tiang monorel menjadi penanda berakhirnya satu bab lama sekaligus awal penataan baru ibu kota. (min)
