Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran, Israel Siaga Penuh
Donald Trump dilaporkan serius mempertimbangkan serangan militer ke Iran. Israel siaga penuh, sementara Teheran dilanda krisis protes dan ketegangan regional meningkat.

HALLONEWS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius opsi serangan militer terhadap Iran, di tengah eskalasi krisis internal Negeri Para Mullah dan lonjakan korban tewas dalam aksi protes. Israel meningkatkan kesiapsiagaan militernya, sementara Teheran menuding Washington dan Tel Aviv berupaya memperluas konflik regional.
Mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, bahwa Trump baru-baru ini menerima pengarahan rinci mengenai berbagai opsi penggunaan kekuatan militer terhadap Iran.
Meski belum ada keputusan akhir, Trump disebut aktif menimbang izin serangan tersebut. Beberapa opsi yang disiapkan Pentagon dilaporkan mencakup serangan terhadap target non-militer di Teheran, sebagai bentuk tekanan strategis terhadap pemerintah Iran.
Dalam konteks meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu.
Kedua pejabat membahas situasi di Iran, serta perkembangan terbaru di Gaza dan Suriah, mengutip sumber pejabat AS.
Israel memantau situasi Iran secara ketat. Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel Eyal Zamir menggelar sejumlah pertemuan penilaian keamanan antara 9–10 Januari 2026.
Pejabat keamanan Israel menegaskan bahwa Tel Aviv saat ini tidak berniat melancarkan serangan terhadap Iran, namun telah meningkatkan kesiapan pertahanan dan bersiap menghadapi “segala kemungkinan” jika eskalasi terjadi.
Iran dilanda gelombang protes sejak 28 Desember, dipicu oleh kenaikan harga dan pelemahan mata uang. Selama dua pekan terakhir, demonstrasi dan kerusuhan meluas di berbagai kota dan memicu korban jiwa.
Namun, situasi relatif tenang pada Sabtu malam. Tidak ada aksi besar di titik-titik utama ibu kota, meski sekitar 370 orang yang mencoba berkumpul dilaporkan dibubarkan aparat.
Gangguan internet masih terjadi di Teheran hingga Sabtu siang. Meski demikian, warga masih dapat mengakses media domestik utama dan platform video. Layanan penting seperti pengantaran makanan dan aplikasi transportasi daring tetap beroperasi normal.
Lalu lintas kota dilaporkan stabil, sementara pasokan pangan dan kebutuhan pokok di supermarket masih mencukupi.
Para pemimpin Iran bergerak cepat menunjukkan soliditas nasional. Presiden Masoud Pezeshkian, pejabat militer senior, dan perwakilan tetap Iran untuk PBB menyerukan persatuan nasional dan pembelaan kepentingan negara.
Dalam pertemuan dengan Menlu Oman Badr Albusaidi, Pezeshkian menuduh AS dan Israel berupaya memperpanjang konflik regional dan memecah belah dunia Islam. Ia menegaskan rakyat Iran akan berdiri lebih teguh mendukung negara mereka.
Perwakilan tetap Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani mengirim surat resmi ke Dewan Keamanan PBB, mengecam dugaan kolusi AS–Israel dalam mencampuri urusan internal Iran.
Ia menuduh campur tangan tersebut mencakup ancaman, provokasi, serta upaya sistematis memicu kekerasan dan merusak stabilitas regional. (ren)
