Home - Nasional - Rocky Gerung, Mantan Kapolri hingga Mantan Jubir KPK Hadiri Rakernas PDIP di Ancol

Rocky Gerung, Mantan Kapolri hingga Mantan Jubir KPK Hadiri Rakernas PDIP di Ancol

PDIP menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusiaan, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:34 WIB
Rocky Gerung, Mantan Kapolri hingga Mantan Jubir KPK Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
Rocky Gerung, Febri Diansyah dan mantan Wakapolri Komjen Pol Oegroseno. foto : dok.Hallonews.com

HALLONEWS.COM – PDI Perjuangan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 2026 di Ancol, Jakarta Utara.

Sejumlah pengurus termasuk tokoh non PDIP hadir di lokasi. Salah satunya Rocky Gerung. Pengamat politik sekaligus aktivis itu terlihat mencolok karena berkemeja putih ketika orang-orang yang datang mayoritas berpakaian merah.

Rocky tak banyak bicara dan hanya mengacungkan jari telunjuk dan jempol ke arah awak media. Ia kemudian masuk ke dalam arena gedung Rakernas.

Selain Rocky, tokoh luar PDIP yang hadir di Rakernas adalah Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dan mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

Adapun kader PDIP yang terlihat hadir antara lain, Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, politikus PDI-P Andika Perkasa.

Kemudian, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta asal PDIP Pramono Anung dan Rano Karno juga hadir.

Rakernas tersebut digelar selama tiga hari, yakni pada 10-12 Januari 2026. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Rakernas dihadiri oleh pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai,” katanya, Sabtu (9/1/2026).

Hasto mengatakan pihaknya bakal menegaskan diri sebagai partai penyeimbang di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“PDIP menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusiaan, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” ungkapnya.

Hasto mengatakan PDIP memilih tema Satyam Eva Jayate dengan sub tema ‘Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya’ untuk Rakernas kali ini.

Dia menyebut PDIP menempuh jalan antimainstream dalam memperjuangkan kebenaran.

“Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945. Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi serta berani menempuh jalan ‘anti mainstream’ di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” ungkapnya.

Hasto mengatakan partai akan setia di jalan rakyat. Hasto menyinggung komitmen tegak lurus partai di tengah godaan pragmatisme politik.

“Keteguhan terhadap posisi ‘di sanalah aku berdiri’ juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik,” lanjut Hasto. (min)