Home - Megapolitan - Fenomena Langit Misterius di Cipanas, Ilmuwan IPB Ungkap Dugaan Meteor Meledak

Fenomena Langit Misterius di Cipanas, Ilmuwan IPB Ungkap Dugaan Meteor Meledak

Fenomena langit misterius yang memicu kepanikan warga Cipanas, Cianjur diduga bukan cuaca ekstrem atau aktivitas gunung api, melainkan fenomena langka dari luar angkasa.

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:00 WIB
Fenomena Langit Misterius di Cipanas, Ilmuwan IPB Ungkap Dugaan Meteor Meledak
Ket foto, langit merah Cipanas, Cianjur disertai dentuman keras, membuat warga panik. (Humas IPB)

HALLONEWS.COM – Fenomena langit misterius yang memicu kepanikan warga Cipanas, Cianjur diduga bukan cuaca ekstrem atau aktivitas gunung api, melainkan fenomena langka dari luar angkasa.

Pakar IPB University mengatakan, dentuman keras dan kilatan cahaya merahnya di langit Cipanas yang membuat warga panik, merupakan bolide atau meteor besar yang meledak di atmosfer.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 22.15 Wib malam menimbulkan tanda tanya di masyarakat.

Sejumlah warga melaporkan adanya cahaya merah di langit yang diikuti bunyi dentuman keras.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan, berdasarkan analisis data cuaca, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas thunderstorm.

“Kondisi atmosfer saat kejadian terpantau normal dan tidak menunjukkan adanya cuaca ekstrem,” ujarnya melalui rilis yang diterima wartawan media ini Sabtu (10/1/2026) pagi.

Ia menambahkan, pemantauan seismograf juga tidak menemukan adanya aktivitas seismik maupun vulkanik.

“Data tidak menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Gede maupun pergerakan sesar di kawasan Gunung Gede–Pangrango yang dapat dikaitkan dengan kejadian tersebut,” tegasnya.

Sonni menjelaskan, dengan kondisi cuaca dan seismik yang terpantau normal, fenomena tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik, seismik, maupun badai petir.

Meski demikian, secara ilmiah masih terdapat kemungkinan lain yang dapat menjelaskan kemunculan dentuman dan kilatan cahaya tersebut.

“Salah satu fenomena alam yang paling mungkin adalah bolide atau bola api,” jelasnya.

Bolide merupakan peristiwa masuknya meteoroid berukuran relatif besar ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Gesekan dengan atmosfer menyebabkan meteoroid terbakar cepat dan menghasilkan kilatan cahaya terang seperti meteor.

“Jika ukurannya cukup besar, meteoroid dapat meledak di atmosfer dan menimbulkan gelombang kejut sonik yang terdengar sebagai dentuman keras oleh warga di permukaan,” paparnya.

Kilatan cahaya yang teramati juga dapat terjadi akibat proses ablasi dan ionisasi atmosfer yang memicu pelepasan energi elektromagnetik, sebagaimana dijelaskan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sonni menuturkan, fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Cirebon beberapa bulan lalu, ketika sebuah meteor dilaporkan mencapai permukaan bumi dan menyebabkan kerusakan pada sebagian atap rumah warga.

Meski demikian, Sonni menegaskan, dugaan fenomena bolide tersebut masih memerlukan klarifikasi lanjutan.

“Untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan pengamatan langsung serta temuan lapangan di lokasi kejadian, termasuk kemungkinan adanya jejak material meteorit,” ungkapnya. (yopy)