Home - Megapolitan - Pembangunan Flyover Bulak Kapal Bekasi Timur Masuk Tahap Pembebasan Lahan

Pembangunan Flyover Bulak Kapal Bekasi Timur Masuk Tahap Pembebasan Lahan

Pemkot Bekasi mulai membebaskan lahan Flyover Bulak Kapal pada Februari 2026 untuk mengatasi kemacetan di Bekasi Timur akibat perlintasan sebidang kereta api.

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:05 WIB
Pembangunan Flyover Bulak Kapal Bekasi Timur Masuk Tahap Pembebasan Lahan
Potret udara kemacetan parah di perempatan Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto: Humas Pemkot Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kota Bekasi memulai tahap krusial pembangunan Flyover Bulak Kapal di Bekasi Timur. Proses pembebasan lahan proyek strategis tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada Februari 2026.

Flyover Bulak Kapal diproyeksikan menjadi jawaban atas kemacetan menahun di kawasan Bekasi Timur, terutama di sekitar perlintasan sebidang kereta api yang selama ini kerap memicu antrean kendaraan panjang.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi
Widayat Subroto Hardi mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah merampungkan tahapan harmonisasi nilai ganti rugi melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi, Disperkimtan telah meninjau langsung lokasi proyek untuk memfinalisasi bidang-bidang lahan terdampak pembebasan, seiring adanya penyesuaian trase pembangunan.

“Mudah-mudahan mulai Februari sudah berjalan secara bertahap. Kami targetkan Maret atau April sudah masuk tahap pembayaran ganti rugi kepada warga,” kata Widayat kepada Hallonews, Jumat (9/1/2026).

Penyelesaian administrasi dan pembayaran ganti rugi menjadi kunci agar pembangunan fisik flyover tidak tersendat. Setelah seluruh proses pembebasan lahan rampung, pelaksanaan konstruksi akan dilanjutkan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

“Perkiraan pembayaran ganti rugi Maret. Setelah itu, April atau Mei, DBMSDA sudah mulai eksekusi fisik di lapangan,” ucapnya.

Secara teknis, Flyover Bulak Kapal akan menghubungkan Jalan Joyo Martono hingga Jalan Pahlawan, melintasi simpang padat yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan paling krusial di Kota Bekasi.

Data Disperkimtan mencatat, terdapat 73 bidang tanah yang masuk dalam peta pembebasan lahan. Bidang tersebut terdiri dari tanah milik warga serta lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), yang tersebar di tiga kelurahan di Kecamatan Bekasi Timur.

Rinciannya, 23 bidang di Kelurahan Margahayu, 21 bidang di Kelurahan Duren Jaya, dan 17 bidang di Kelurahan Aren Jaya, sementara sisanya merupakan lahan PSU. Urgensi pembangunan ini tak terlepas dari rencana PT KAI mengoperasikan jalur Double-double Track (DDT).

Kehadiran jalur ganda tersebut dipastikan meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api, yang berdampak pada semakin rapatnya penutupan palang pintu di perlintasan Bulak Kapal.

Kepala Bidang Pertanahan Disperkimtan Kota Bekasi Teti Handayani mengungkapkan bahwa kondisi perlintasan saat ini sudah berada pada titik jenuh. “Jeda kedatangan kereta sangat singkat, hanya sekitar 5 sampai 8 menit. Itu penyebab utama kemacetan di kawasan ini,” ujarnya.

Teti berharap dengan dimulainya pembebasan lahan pada awal 2026, Flyover Bulak Kapal dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mengantisipasi lonjakan lalu lintas akibat peningkatan perjalanan kereta api di masa mendatang. (dul)