Home - Nasional - Konflik Internal KNPI Memanas, DPP Ambil Langkah Tegas Amankan Kepemimpinan

Konflik Internal KNPI Memanas, DPP Ambil Langkah Tegas Amankan Kepemimpinan

Konflik internal KNPI memanas, DPP ambil langkah tegas amankan kepemimpinan sah dan cegah perpecahan organisasi pemuda nasional.

Jumat, 9 Januari 2026 - 9:40 WIB
Konflik Internal KNPI Memanas, DPP Ambil Langkah Tegas Amankan Kepemimpinan
Rapat konsolidasi DPP KNPI (foto istimewa )

HALLONEWS.COM – Dinamika internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kembali memanas. Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI mengambil langkah tegas untuk meredam konflik yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas organisasi kepemudaan nasional tersebut.

Ketegangan internal mencuat dalam rapat harian DPP KNPI yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP KNPI, Dr. H. Ali Hanafiah. Rapat tersebut digelar sebagai respons atas sejumlah agenda organisasi yang dinilai berjalan di luar mekanisme dan memicu polemik di internal kepengurusan.

Ali Hanafiah menegaskan bahwa konflik internal tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mencederai legitimasi organisasi. Ia menyoroti munculnya agenda-agenda strategis yang tidak berada dalam satu garis komando kepemimpinan hasil Kongres XVII KNPI yang digelar pada 28 Oktober 2024 di Serang, Banten.

“Organisasi ini punya aturan main yang jelas. Ketika ada langkah-langkah yang dilakukan di luar sepengetahuan pimpinan, maka itu berpotensi menciptakan konflik dan perpecahan,” ujar Ali kepada HALLONEWS.COM, Jumat (9/1/2026).

Dalam rapat pleno tersebut, DPP KNPI memutuskan untuk menghentikan dua pengurus inti yang dinilai telah melampaui batas kewenangan dan memperuncing konflik internal. Kedua pengurus tersebut dianggap terlibat dalam pengambilan keputusan strategis tanpa koordinasi, termasuk dalam pelaksanaan musyawarah daerah lanjutan hingga wacana Kongres Luar Biasa yang menimbulkan kegaduhan di internal KNPI.

Langkah ini disebut sebagai upaya penyelamatan organisasi agar konflik tidak berkembang menjadi dualisme kepemimpinan terbuka yang dapat melemahkan posisi KNPI di tingkat nasional.

Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, DPP KNPI langsung melakukan perombakan struktur dengan menunjuk Rani Fadh A Rafiq sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Ahmad Jayani sebagai Ketua Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKK). Pergantian ini diharapkan mampu meredam konflik dan mengembalikan fungsi koordinasi internal.

Sejumlah pengurus yang hadir menyatakan bahwa konflik internal KNPI harus segera disudahi. Mereka menilai perbedaan pandangan tidak seharusnya berujung pada manuver yang justru melemahkan organisasi.

“Kami tidak ingin KNPI terus terseret konflik internal. Fokus kami adalah pemuda dan masa depan bangsa, bukan konflik kepentingan,” ujar salah satu pengurus.
DPP KNPI menegaskan akan mengambil langkah-langkah lanjutan jika masih terdapat pihak-pihak yang mencoba memainkan agenda di luar mekanisme organisasi. Langkah tegas ini, menurut Ali Hanafiah, menjadi sinyal bahwa KNPI tidak akan mentoleransi manuver yang berpotensi memecah belah organisasi.

Konflik internal KNPI sendiri bukan kali pertama terjadi. Namun, DPP berharap konsolidasi dan penataan kepengurusan kali ini dapat menjadi momentum untuk mengakhiri polemik dan mengembalikan KNPI sebagai wadah pemersatu pemuda Indonesia. (ril)