Home - Nusantara - Tiga Solusi Bagi Sektor-sektor Unggulan Mengemuka pada AI Ideathon Lampung

Tiga Solusi Bagi Sektor-sektor Unggulan Mengemuka pada AI Ideathon Lampung

AI Ideathon Lampung menghasilkan tiga solusi berbasis kecerdasan buatan untuk sektor pertanian, perikanan, dan pendidikan guna mendorong transformasi digital dan kesejahteraan masyarakat.

Jumat, 9 Januari 2026 - 9:00 WIB
Tiga Solusi Bagi Sektor-sektor Unggulan Mengemuka pada AI Ideathon Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berjabat tangan dengan Head of Training & Certification AWS Indonesia Yashinta Bahana pada penutupan Artificial Intelligence (AI) Ideathon Lampung, Rabu (7/1/2026). Foto: Dok. Pemprov Lampung

HALLONEWS.COM — Tiga solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi petani, petambak, dan masyarakat umum mengemuka dalam kegiatan AI Ideathon Lampung. Ketiga inovasi tersebut menawarkan pendekatan teknologi untuk menjawab tantangan di sektor-sektor unggulan Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa AI Ideathon Lampung menjadi wadah bagi generasi muda untuk menciptakan teknologi yang berdampak langsung terhadap kemakmuran masyarakat.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton ketika Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Melalui AI Ideathon ini, kita mendorong anak muda Lampung menciptakan teknologi yang dibutuhkan untuk kemakmuran daerah,” ujar Rahmat Mirzani.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup rangkaian kegiatan AI Ideathon Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS), Westcon Indonesia, dan Ideanesia, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di Bumi Ruwa Jurai.

Gubernur Rahmat Mirzani menegaskan bahwa AI Ideathon Lampung mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi dan potensi sumber daya alam melalui pemanfaatan teknologi terkini. Program ini diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata terhadap persoalan lokal, khususnya di sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian Lampung.

Ia menyebutkan, sekitar 60 persen wilayah Lampung merupakan lahan pertanian dan perkebunan. Namun, tantangan kesejahteraan masyarakat pedesaan masih cukup besar. Kehadiran teknologi seperti Generative AI dan Cloud Computing diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memangkas kesenjangan ekonomi.

“Masalah pupuk, hama, hingga fluktuasi harga harus bisa dijawab dengan solusi digital. Harapannya, masyarakat desa benar-benar merasakan dampak ekonomi dari pemanfaatan teknologi,” kata Rahmat Mirzani.

Dengan komposisi angkatan kerja mencapai 71 persen dari total populasi, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis peningkatan literasi digital melalui pelatihan Design Thinking dan pengembangan aplikasi berbasis AI dapat menjadi lompatan besar dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan pendapatan per kapita.

Pada kesempatan yang sama, Head of Training & Certification AWS Indonesia, Yashinta Bahana, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta AI Ideathon Lampung. Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan misi global AWS dalam memperluas akses terhadap teknologi dan pengembangan talenta digital.

“Tahun ini kami meraih penghargaan global melalui program pelatihan serupa yang menghasilkan ribuan aplikasi dalam sehari. Di Lampung, kami melihat potensi yang sama. Kami berharap program ini berkelanjutan dan mampu mencetak talenta digital yang siap industri serta berdampak nyata,” ujar Yashinta.

Sementara itu, Head of Cloud Solutions Westcon Indonesia, Antony Chandra, menekankan pentingnya menjembatani teknologi global dengan kebutuhan lokal. Westcon berkomitmen mendukung inkubasi dan implementasi solusi digital karya putra-putri Lampung secara berkelanjutan.

Puncak AI Ideathon Lampung ditandai dengan presentasi tiga peserta terbaik yang menawarkan solusi berbasis AI untuk sektor unggulan daerah, yakni:

  1. Aplikasi Pemberdayaan Petani, solusi digital untuk manajemen tanam dan akses pasar.

  2. AI Aquaguard (Perikanan), sistem pemantauan budidaya udang vaname berbasis kecerdasan buatan.

  3. Fitrah Learn, platform edukasi berbasis teknologi untuk peningkatan literasi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan ujian sertifikasi AWS serta pemberian penghargaan kepada para pemenang kompetisi. (GAA)