Home - Megapolitan - Gempar! Terapis Cantik Tewas dalam Kamar Kos di Bekasi, Polisi Selidiki

Gempar! Terapis Cantik Tewas dalam Kamar Kos di Bekasi, Polisi Selidiki

Terapis cantik berusia 23 tahun ditemukan tak bernyawa di kamar kos Bekasi. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan menunggu hasil autopsi.

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:31 WIB
Gempar! Terapis Cantik Tewas dalam Kamar Kos di Bekasi, Polisi Selidiki
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kos SM (23) di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Foto/Polres Metro Bekasi Kota

HALLONEWS.COM – Seorang wanita muda berinisial SM (23) ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (7/1) malam. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan setelah pihak keluarga merasa curiga karena SM tidak dapat dihubungi sejak siang hari.

“Sekitar pukul 20.26 WIB, saksi atas nama Agus Sunandar yang merupakan keluarga korban diminta datang ke lokasi atas permintaan ibu kandung korban, karena korban tidak merespons telepon maupun pesan singkat,” kata Braiel, Kamis (8/1/2026).

Setibanya di lokasi, kata dia, pintu kamar kos korban diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam. Agus kemudian meminta bantuan pengelola kos, Dede Rahmat, untuk membuka pintu menggunakan kunci cadangan.

“Setelah pintu dibuka dengan kunci duplikat, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas kasur dengan posisi telentang,” ujar Braiel.

Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas menemukan satu botol cairan pembersih lantai serta cairan yang diduga muntahan di sekitar jasad korban. “Cairan tersebut masih kami dalami. Diperlukan uji laboratorium,” ungkapnya.

Diketahui, korban tinggal seorang diri di kamar kos tersebut dan bekerja sebagai terapis di salah satu tempat pijat di Kota Bekasi. Hingga kini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta menunggu hasil autopsi.

“Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kemungkinan apakah korban sengaja atau tidak mengonsumsi cairan tersebut. Kasus ini masih lidik,” tutupnya. (dul)