Home - Teknologi & Digital - AMD Siap Hidupkan Kembali AM4 dan Zen 3, Jadi Opsi Murah di Tengah Krisis RAM DDR5

AMD Siap Hidupkan Kembali AM4 dan Zen 3, Jadi Opsi Murah di Tengah Krisis RAM DDR5

AMD berencana menghidupkan kembali platform AM4 dan prosesor Zen 3 di tengah krisis RAM DDR5. Langkah ini dinilai menjadi solusi murah bagi gamer yang ingin upgrade PC tanpa ganti platform.

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:00 WIB
AMD Siap Hidupkan Kembali AM4 dan Zen 3, Jadi Opsi Murah di Tengah Krisis RAM DDR5
AMD Ryzen 5 5600 Foto: PC Gamer

HALLONEWS.COM — AMD dikabarkan tengah menyiapkan kebangkitan kembali platform AM4 dan prosesor berbasis Zen 3 sebagai respons atas melonjaknya harga RAM DDR5 yang membuat biaya upgrade PC semakin mahal.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh petinggi AMD dalam ajang CES 2026, sekaligus menegaskan bahwa prosesor Ryzen generasi lama belum akan ditinggalkan.

Krisis pasokan memori DDR5 saat ini menjadi salah satu faktor utama melonjaknya harga PC rakitan baru. Permintaan besar dari sektor data center dan industri kecerdasan buatan (AI) membuat produsen memori memprioritaskan klien korporasi. Di sisi lain, sejumlah vendor menaikkan harga secara agresif, sementara Micron diketahui menghentikan lini memori konsumen Crucial.

Dampaknya, membangun PC baru berbasis AMD AM5 maupun platform terbaru Intel kini membutuhkan biaya besar. Gamer tak hanya harus membeli prosesor, tetapi juga motherboard dan RAM DDR5, dengan total pengeluaran yang bisa menembus USD 1.000 hanya untuk komponen inti.

Dalam sesi round-table interview di CES 2026 yang dihadiri Tom’s Hardware, David McAfee, Corporate Vice President sekaligus General Manager AMD dan kepala divisi Ryzen, mengonfirmasi rencana tersebut.

“AMD sedang melihat berbagai cara untuk membawa kembali suplai dan memperkenalkan ulang produk ke dalam ekosistem AM4, guna memenuhi kebutuhan gamer yang ingin upgrade signifikan tanpa harus membangun sistem baru sepenuhnya,” ujar McAfee.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar wacana. “Ini adalah sesuatu yang sedang kami kerjakan secara aktif,” tambahnya.

Meski AMD belum mengumumkan model spesifik, analis menilai prosesor Ryzen 5000 berbasis Zen 3 menjadi kandidat utama untuk kembali diproduksi atau dipasok ulang. Performa gaming Zen 3 dinilai masih sangat kompetitif, terutama pada resolusi 1440p dan 4K, dengan selisih yang relatif kecil dibanding Zen 4.

Keunggulan lain Zen 3 adalah kompatibilitas dengan RAM DDR4, yang harganya masih jauh lebih terjangkau. Selain itu, motherboard AM4 masih banyak beredar di pasar, sehingga memungkinkan gamer melakukan upgrade parsial tanpa mengganti seluruh sistem.

Tren pasar juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap platform AM4. Dalam beberapa bulan terakhir, Ryzen 5000 mendominasi daftar CPU terlaris di sejumlah marketplace global. Penjualan CPU tanpa bundel juga meningkat, menandakan banyak pengguna memilih upgrade bertahap.

Kebangkitan AM4 dinilai sebagai langkah strategis AMD untuk menjaga segmen gamer kelas menengah. Di tengah harga hardware yang kian tidak rasional, platform berusia hampir satu dekade ini justru kembali relevan sebagai solusi hemat dengan performa yang masih mumpuni.(kim)