Home - Megapolitan - Pemkot Bogor Pangkas Ribuan Angkot Tua, Penumpang Batas Kota Terancam Kehilangan Transportasi

Pemkot Bogor Pangkas Ribuan Angkot Tua, Penumpang Batas Kota Terancam Kehilangan Transportasi

Pemkot Bogor mulai menghapus angkot berusia di atas 20 tahun demi tertib lalu lintas. Namun, warga di wilayah pinggiran dan batas kota masih sangat bergantung pada angkot sebagai transportasi utama.

Kamis, 8 Januari 2026 - 7:30 WIB
Pemkot Bogor Pangkas Ribuan Angkot Tua, Penumpang Batas Kota Terancam Kehilangan Transportasi
angkutan kota (angkot) di Kota Bogor akan dihapus karena faktor usia. ( foto : Hallonews.com/yopy)

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kota Bogor sungguh-sungguh menertibkan dan menghapus armada angkutan kota (angkot) yang telah berusia lebih dari dua dekade yang kini masih beroperasi.

Program ini menjadi bagian dari langkah pembenahan transportasi demi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, tercatat jumlah angkot yang berusia di atas 20 tahun mencapai 1.854 unit.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan data sebelumnya yang menyebutkan ada 1.940 angkot tua.

Jika seluruh armada berusia lebih dari 20 tahun itu berhasil dihapus dari jalanan kota hujan ini, maka jumlah angkot yang masih beroperasi diperkirakan tinggal 860 unit.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyatakan, penghapusan angkot tua ini secara otomatis akan mengurangi jumlah angkot yang beroperasi.

“Kami serius mengurangi jumlah angkot dengan cara yang sudah tua, kami hapus,” ujar Dedie saat ditanya wartawan media ini Rabu 7 Januari 2026 malam.

Orang nomor satu dijajaran Pemkot Bogor ini menegaskan, berkurangnya jumlah angkot di jalan raya, akan berdampak pada meningkatnya kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas di jalan raya.

Menurut Dedie, proses penghapusan angkot tua tidak dilakukan secara instan, melainkan bertahap.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah penertiban melalui tilang terhadap angkot yang tidak lagi memenuhi ketentuan usia dan kelayakan jalan.

Bagi Dedie, angkot masih menjadi moda transportasi yang dibutuhkan masyarakat di sejumlah titik.

Salah satunya di kawasan Simpang RSUD Kota Bogor. Di lokasi tersebut, angkot masih terlihat ramai mengangkut penumpang, terutama warga yang baru keluar dari area rumah sakit dan sekitar persimpangan Jalan TB M Falak.

Umi Rohana (75) mengatakan, ia masih naik angkot jika hendak ke rumah saudaranya di Gunung Batu, wilayah pinggiran Kota Bogor.

“Penumpang dibatas kota masih banyak naik angkot. Geser aja ke sana dan larang masuk ke dalam kota. Jangan dihapus,” ujarnya. (Hallonews/yopy)