Home - Nasional - Negara Hadir Pulihkan Pendidikan Pascabanjir Medan, Sekolah Inklusif Kembali Bangkit

Negara Hadir Pulihkan Pendidikan Pascabanjir Medan, Sekolah Inklusif Kembali Bangkit

Pemulihan pendidikan pascabanjir Medan terus dilakukan Kemendikdasmen. Sekolah inklusif kembali bangkit dengan bantuan pendidikan dan dukungan psikososial.

Kamis, 8 Januari 2026 - 6:01 WIB
Negara Hadir Pulihkan Pendidikan Pascabanjir Medan, Sekolah Inklusif Kembali Bangkit
Kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Tatang Muttaqin, ke SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara, (Dok Kemendikdasmen)

HALLONEWS.COM – Pemerintah memastikan keberlanjutan pendidikan tetap berjalan meski wilayah Medan dan sekitarnya sempat dilanda banjir besar pada akhir November 2025.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), negara hadir langsung memastikan sekolah-sekolah terdampak bencana kembali menjalankan pembelajaran secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Kesiapan pemulihan pendidikan tersebut ditunjukkan dengan kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Tatang Muttaqin, ke SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Kunjungan ini menandai dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar semester genap tahun ajaran 2025/2026 di sekolah-sekolah terdampak banjir.

Dirjen Tatang menegaskan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada pemulihan psikologis murid dan guru.

Menurutnya, sekolah harus kembali menjadi ruang aman yang memberi rasa nyaman dan semangat bagi peserta didik, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.

“Bencana memang membawa tantangan besar, tetapi semangat belajar tidak boleh berhenti. Sekolah harus menjadi tempat yang ramah, menyenangkan, dan penuh harapan,” ujar Tatang di Medan.

Banjir yang melanda Kota Medan sebelumnya merendam sejumlah sekolah dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.

Di SLB Negeri Pembina Sumatera Utara, hampir seluruh ruang kelas terdampak, menyebabkan sekitar 400 murid harus menjalani pembelajaran daring sementara waktu.

Selain ruang belajar, fasilitas pendukung seperti ruang administrasi, kantin, hingga perabot sekolah juga mengalami kerusakan.

Tidak hanya SLB, beberapa sekolah lain seperti SMKN 14 Medan, SMPN 16 Medan, SDN 49 Medan, dan SDN 13 Medan turut mengalami kerusakan serius. Peralatan praktik, buku perpustakaan, serta perlengkapan belajar siswa rusak dan tidak dapat digunakan kembali.

Sebagai bentuk respons cepat, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai bantuan pendidikan, mulai dari schoolkit, sepatu, hingga dukungan psikososial bagi murid dan keluarga terdampak. Total bantuan pemulihan pendidikan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai lebih dari Rp13 miliar.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, menyampaikan bahwa pemulihan pembelajaran akan terus dilakukan secara bertahap dan fleksibel. “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal pendidikannya akibat bencana. Kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah dan semangat seluruh warga sekolah, pendidikan di Medan perlahan bangkit, membuktikan bahwa krisis tidak memadamkan harapan untuk masa depan anak-anak Indonesia. (ver)