Pemerintah Targetkan Bangun 6.900 Jembatan Gantung
Proyek masif ini diprioritaskan untuk memfasilitasi akses mobilitas masyarakat, terutama akses sekolah bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri.

HALLONEWS.COM – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan akan membangun 6.900 jembatan gantung pada tahun 2026.
Proyek masif ini diprioritaskan untuk memfasilitasi akses mobilitas masyarakat, terutama akses sekolah bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa target tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
“Akan kita kejar di tahun 2026 yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan,” ujar Prasetyo di sela-sela kegiatan retret.
Hanya dalam waktu satu bulan sejak dibentuk, Satgas Darurat Jembatan telah merampungkan 11 jembatan gantung, sementara 50 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus agar sisa target ribuan jembatan tersebut segera direalisasikan untuk memutus isolasi wilayah. (min)
Berikut rincian 11 jembatan gantung yang sudah dibangun:
1. Jembatan Gantung 65 meter di Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat
2. Jembatan Gantung 70 meter di Way Umbar, Tanggamus, Lampung
3. Jembatan Gantung 50 meter di Lopasir, Banyumas, Jawa Tengah
4. Jembatan Gantung 35 meter di Ciparanti, Pangandaran, Jawa Barat
5. Jembatan Gantung 80 meter di Aik Lekok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
6. Jembatan Gantung 20 meter di Likunggavali, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
7. Jembatan Gantung 150 meter di Ular, Deli Serdang, Sumatra Utara
8. Jembatan Gantung 40 meter di Bokpendem, Kediri, Jawa Timur
9. Jembatan Gantung 100 meter di Cisokan, Cianjur, Jawa Barat
10. Jembatan Gantung 50 meter di Cisurupan, Garut, Jawa Barat
11. Jembatan Gantung 50 meter di Krueng Arakundo, Aceh Timur
