Home - Nasional - Jejak Sindikat Vape Narkotika: Dari Bandara hingga Tempat Hiburan Malam

Jejak Sindikat Vape Narkotika: Dari Bandara hingga Tempat Hiburan Malam

Pengungkapan jaringan narkotika yang menyamarkan zat terlarang ke dalam liquid vape dan kemasan minuman energi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) menguak wajah baru kejahatan narkotika di Indonesia. Modus ini menunjukkan bagaimana sindikat internasional terus beradaptasi dengan tren gaya hidup untuk mengelabui aparat dan menjerat pasar baru, terutama kalangan muda. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi...
Selasa, 6 Januari 2026 - 20:22 WIB
Jejak Sindikat Vape Narkotika: Dari Bandara hingga Tempat Hiburan Malam
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo saat mengkonfirmasi terduga pelaku pengedar Vape Narkotika di wilayah Ancol, Jakarta Utara. Foto: BNN untuk Hallonews.

HALLONEWS.COM – Pengungkapan jaringan narkotika yang menyamarkan zat terlarang ke dalam liquid vape dan kemasan minuman energi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) menguak wajah baru kejahatan narkotika di Indonesia.

Modus ini menunjukkan bagaimana sindikat internasional terus beradaptasi dengan tren gaya hidup untuk mengelabui aparat dan menjerat pasar baru, terutama kalangan muda.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo menjelaskan kasus ini terungkap dalam Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Dari pengawasan keimigrasian dan pemeriksaan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia, petugas menemukan bahan yang diduga mengandung MDMA dan Ethomidate,” katanya kepada wartawan Selasa (6/1/2026).

“Dua penumpang berinisial HHS dan DM diamankan. Temuan ini menjadi pintu masuk bagi penyelidikan yang lebih luas,” imbuhnya.

Ia menuturkan, pengembangan kasus membawa penyidik pada struktur jaringan yang terorganisasi.

Dua orang lain, PS alias S dan HSN, ditangkap karena diduga berperan sebagai pengendali lapangan dan pengatur operasional.

Dari keterangan PS, terungkap adanya lokasi peracikan narkotika di sebuah apartemen di Jakarta.

“Di tempat inilah bahan baku narkotika dicampur dengan minyak nikotin dan cairan perasa untuk dijadikan liquid vape,” ujarnya.

Lanjutnya, penyelidikan lanjutan mengungkap bahwa jaringan ini tidak berdiri sendiri.

Sejumlah pihak lain masih diburu dan telah masuk dalam daftar pencarian orang.

Mereka antara lain CY dan ZQ alias J, warga negara China, yang diduga berperan sebagai peracik utama, pengendali, sekaligus pendana.

bnn
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo saat mengkonfirmasi terduga pelaku pengedar Vape Narkotika di wilayah Ancol, Jakarta Utara. Foto: BNN untuk Hallonews.

“Struktur ini menunjukkan pola klasik sindikat narkotika internasional yakni peran dipisah, jalur pasokan lintas negara, dan operasi lokal dijalankan oleh aktor lapangan,” jelasnya.

Selain apartemen, kata dia, petugas juga menggerebek sebuah gudang di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Di lokasi ini, ditemukan puluhan cartridge liquid vape mengandung narkotika siap edar, ribuan cartridge kosong, serta bahan kimia dan peralatan produksi.

“Barang-barang tersebut menunjukkan bahwa produksi dilakukan dalam skala besar dan berkelanjutan, bukan sekadar percobaan,” ucapnya.

Ia menilai, yang membedakan jaringan ini dari sindikat sebelumnya adalah strategi penyamaran berlapis.

Narkotika tidak hanya dicampurkan ke dalam liquid vape, tetapi juga dikemas menyerupai sachet minuman energi.

“Kemasan ini dirancang agar tampak sebagai produk legal, mudah diselundupkan, dan sulit terdeteksi pada pemeriksaan awal,” kata dia.

Tak hanya itu, Liquid vape narkotika tersebut diedarkan dengan merek tertentu dan dipasarkan ke sejumlah tempat hiburan malam.

Setiap cartridge dijual dengan harga jutaan rupiah, tergantung kandungan zat di dalamnya.

“Sasaran utamanya adalah pengguna vape dan kalangan muda yang menganggap rokok elektrik sebagai bagian dari gaya hidup modern, bukan sebagai medium konsumsi narkotika,” ungkapnya.

Ia menegaskan, BNN memperkirakan jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge.

Dengan asumsi satu cartridge dapat digunakan oleh beberapa orang, potensi paparan narkotika sintetis terhadap masyarakat menjadi sangat besar.

“Risiko kesehatan yang ditimbulkan pun tidak kecil, mengingat zat seperti MDMA dan Ethomidate dapat berdampak fatal jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan generasi muda melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan dan pemulihan yang humanis.

“BNN mengusung konsep Pemulihan Generasi dan Perang Semesta Narkotika sebagai arah kebijakan nasional pemberantasan narkoba,” ucapnya.

“Ini bukti nyata kerja sama luar biasa antara BNN dan sejumlah instansi. Kita menyita barang bukti luar biasa besar dan mengungkap jaringan yang bukan kaleng-kaleng. Tapi ini belum selesai, kita akan kejar bandar besarnya,” tambahnya. (ALS)