Home - Nasional - Retret Hambalang Bahas Tiga Agenda Utama Arah Pembangunan Bangsa Demi Kesejahteraan Masyarakat

Retret Hambalang Bahas Tiga Agenda Utama Arah Pembangunan Bangsa Demi Kesejahteraan Masyarakat

Presiden Prabowo membuka Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang dengan tiga agenda utama untuk menentukan arah pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:55 WIB
Retret Hambalang Bahas Tiga Agenda Utama Arah Pembangunan Bangsa Demi Kesejahteraan Masyarakat
Presiden Prabowo Subianto memimpin retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Foto: Instagram Prabowo Subianto

HALLONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun 2026 yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta pimpinan lembaga negara. Para pejabat tampak kompak mengenakan seragam safari berwarna cokelat.

Presiden Prabowo hadir bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri koordinator, menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dan lembaga negara, yang seluruhnya tampil seragam sebagai simbol soliditas pemerintahan.

Retret diawali oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang menayangkan video perkembangan pembangunan jembatan oleh satuan tugas (satgas) dalam satu minggu pertama tahun 2026.

Teddy menjelaskan bahwa inisiatif tersebut tidak hanya difokuskan pada wilayah terdampak bencana, melainkan menjangkau berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Mengawali taklimat awal tahun, atas izin Bapak Presiden, kami menayangkan video perkembangan Satgas Jembatan pada minggu pertama 2026. Satgas ini tidak hanya membangun jembatan di daerah bencana, tetapi juga di berbagai pelosok Indonesia,” ujar Teddy.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa retret tersebut memiliki tiga agenda utama. Pertama, sebagai sarana evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025. Kedua, membangun pemahaman bersama mengenai kondisi bangsa di tengah dinamika dan gejolak global. Ketiga, merumuskan langkah-langkah strategis serta sasaran pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Pertimbangan saya mengumpulkan Saudara-saudara adalah pertama, untuk mengevaluasi kerja kita tahun lalu. Kedua, memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia. Ketiga, melihat ke depan langkah-langkah apa yang harus kita laksanakan dan sasaran apa yang harus kita capai,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk bencana alam yang melanda beberapa provinsi, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Menurut Prabowo, berbagai ujian tersebut justru menunjukkan ketangguhan dan daya tahan bangsa Indonesia. Ia menilai Indonesia telah mampu melewati berbagai tantangan sepanjang tahun 2025 dan diharapkan dapat kembali menunjukkan ketahanan yang sama pada 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran menteri koordinator, menteri, kepala dan wakil kepala badan, serta pimpinan lembaga tinggi negara atas kerja keras yang telah ditunjukkan.

“Saudara-saudara para menko, para menteri, para kepala badan, wakil kepala badan, serta pejabat lembaga tinggi negara yang sangat penting Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung semua telah membuktikan kinerja dengan fakta yang bisa diukur, dilihat, dan dirasakan,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa capaian pemerintahan merupakan hasil kerja kolektif yang nyata dan tidak mungkin dicapai oleh Presiden seorang diri.

“Tidak mungkin saya sebagai Presiden dapat melaporkan capaian ini kepada bangsa tanpa kerja keras Saudara semuanya,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya inisiatif, keberanian, dan pemahaman terhadap arah besar pemerintahan dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak selalu menunggu arahan teknis secara rinci, tetapi membutuhkan kesadaran akan tujuan dan visi bersama.

(yopy)