Presiden Prabowo Hadiri Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Kutip Ayat Alkitab “Jika Pipi Kirimu Ditempeleng, Berikan Pipi Kananmu”
Presiden Prabowo pada Natal Nasional 2025 tekankan persatuan bangsa, kritik konstruktif, potensi kekayaan Indonesia, serta pentingnya saling mengampuni.

HALLONEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka serta para menteri Kabinet Merah Putih menghadirkan perayaan Natal nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5 /1/ 2026) malam.
Berbagai hal capaian kerja serta potensi negara termasuk sikap nyinyir segelintir orang terkait pemerintahan yang ia pimpin dan menghidupkan militeristik diutarakan Prabowo.
Di hadapan ribuan jemaat, Prabowo mengungkapkan, ia dan pembantunya sedang berjuang, agar rakyat Indonesia dapat menikmati kekayaan bangsanya sendiri.
“Sekarang masalahnya adalah bagaimana kekayaan ini kita jaga, kita kelola, untuk bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Pernyataan Prabowo disambut sorak para hadirin. Kemudian, Prabowo juga mengungkapkan berbagai kajian internasional menyebutkan Indonesia berpotensi menjadi negara keempat terkaya di dunia.
Menurut Ketua umum Partai Gerindra ini, ahli Amerika Serikat (AS) yang berasal dari Rockefeller Institute memuji program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi terbaik yang Indonesia miliki.
“Ahli-ahli dari Amerika, Rockefeller Institute datang ke Indonesia. Lihat kita punya proyek (MBG), dan menyampaikan kepada saya di Istana Merdeka. Ahli dari Rockefeller Institute mengatakan, ‘Ini adalah investasi Anda yang terbaik’,” kata Prabowo.
Menurut ahli tersebut, MBG bisa menghasilkan pelipatan ekonomi mencapai 5-35 kali.
Presiden Prabowo juga menekankan, kritik dari masyarakat merupakan sesuatu yang harus disyukuri oleh pemerintah. Kritik yang konstruktif, merupakan hal yang penting untuk membantu pemerintahannya mengevaluasi kebijakan yang ada.
Namun ia mengingatkan, agar kritik tidak kelewatan menjadi fitnah. Sebab, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan.
Di sisi lain, Prabowo juga mengakui adanya kritik bernada sinis yang niatnya menjatuhkan pemerintah.
Orang nomor satu di republik ini menyoroti banyak pakar yang asal bicara di podcast atau siniar. Prabowo melihat, bahwa pakar-pakar tersebut asal berbicara seakan tahu apa yang dipikirkan oleh dirinya.
Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa dirinya memilih untuk memaafkan pihak-pihak yang kerap menyuarakan hal-hal sumir tentang pemerintah.
Dirinya lebih mengedepankan persatuan ketimbang perpecahan. Ia merujuk ajaran dalam Alkitab yang menekankan pentingnya sikap saling mengampuni.
“Di ajaran Nasrani harus memaafkan. Forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us. Jadi saya sebenernya selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan, saya ingin persatuan daripada perpecahan,” ujar Prabowo.
Prabowo di hadapan ribuan jemaat, juga mengungkit dirinya yang tiga kali kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2009, 2014, dan 2019.
Namun, kekalahan tersebut tidak masalah oleh dirinya. Sebab dalam politik, Prabowo mengingatkan bahwa persaingannya memang keras dan ketat.
Prabowo lalu mengutip ajaran Nasrani yang bersumber dari khotbah Yesus dalam Matius 5:39, yakni pesan tentang tidak membalas perlakuan buruk dengan tindakan serupa.
“Keluarga saya sebagian itu nasrani. Kalau ajaran nasrani yang paling pokok ya, kalau pipi kiri kita ditempeleng, kita harus kasih pipi kanan, betul ya? Karena waktu kecil saya sekolah Kristen juga. Jangan-jangan saya mengerti cerita-cerita di Bible lebih dari saudara-saudara, jangan-jangan,” ujar Prabowo. (yopy)
