Home - Megapolitan - Jadi Biang Kerok Kemacetan di Bekasi, Jalan Pilar-Sukatani Bakal Diperlebar

Jadi Biang Kerok Kemacetan di Bekasi, Jalan Pilar-Sukatani Bakal Diperlebar

Pemkab Bekasi mematangkan rencana pelebaran Jalan Pilar–Sukatani sepanjang 16 kilometer sebagai proyek prioritas 2026.

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:30 WIB
Jadi Biang Kerok Kemacetan di Bekasi, Jalan Pilar-Sukatani Bakal Diperlebar
Aktivitas kendaraan melintas di Jalan Raya Pilar-Sukatani, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas. Foto/Hallonews

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai mematangkan rencana pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sepanjang 16 kilometer. Proyek ini disiapkan untuk mengurai kemacetan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah utara Bekasi.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pelebaran Jalan Pilar-Sukatani salah satu program prioritas pemerintah daerah pada 2026. Selama ini, ruas jalan tersebut dikenal sebagai titik kemacetan yang kerap dikeluhkan warga karena menjadi jalur utama aktivitas ekonomi.

“Sebelum pelebaran, kami akan melakukan pembebasan lahan secepatnya, bahkan ditargetkan mulai tahun ini. Ini menjadi prioritas karena jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur perekonomian warga,” kata Asep, Selasa (6/1/2026).

Asep menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi lintas perangkat daerah. Pemkab Bekasi juga menggandeng Perum Jasa Tirta (PJT), mengingat sebagian lahan yang akan dibebaskan berada di kawasan bantaran sungai dan saluran irigasi.

“Kolaborasi dengan PJT penting agar penataan lahan yang bersinggungan dengan irigasi dapat dilakukan dengan baik. Kami juga melanjutkan rencana tata ruang yang telah dirintis sebelumnya agar kawasan ini tidak kembali dipenuhi bangunan liar,” ujarnya.

Ia menambahkan, penertiban bangunan liar di bantaran sungai sebenarnya sudah dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Bekasi sebelumnya, Ade Kuswara Kunang. Ke depan, Pemkab Bekasi akan melanjutkan penataan dengan pengamanan kawasan dan penghijauan.

“Nantinya akan dilakukan pemagaran dan ditanami pohon kelapa agar kawasan lebih asri dan tertata,” jelas Asep.

Pemkab Bekasi telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan tahap pertama yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk sektor irigasi dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Dukungan anggaran irigasi mencapai Rp67 miliar. Dari mandatori dua persen, kami tingkatkan menjadi 2,3 persen. Ini bukti komitmen agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cikarang Utara Enop Can menyebut Jalan Raya Pilar–Sukatani merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan, seperti Sukatani, Sukakarya, Karangbahagia, hingga Cikarang Utara.

Tingginya aktivitas warga membuat ruas jalan tersebut kerap padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. “Mobilitas di jalan ini sangat tinggi, dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, serta banyak titik jemput angkutan umum,” katanya.

Enop berharap pelebaran jalan tersebut dapat segera direalisasikan. “Kalau macet, ya macet terus. Jalan ini memang sudah sangat layak diperlebar. Idealnya dua jalur seperti Jalan Gatot Subroto,” tandasnya. (dul)