Terapkan One Way Sepenggal, Satlantas Polres Sukabumi Efektif Atasi Kemacetan di Tol Bocimi
Satlantas Polres Sukabumi menerapkan rekayasa lalu lintas one way sepenggal untuk mengurai kemacetan arus balik libur Nataru 2025–2026 di Tol Bocimi.

HALLONEWS.COM – Arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) mengalami peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan terutama terjadi pada periode arus balik menuju Jakarta dan Bogor.
Berdasarkan data Polres Sukabumi, sebanyak 189 ribu kendaraan tercatat masuk ke wilayah Sukabumi melalui Tol Bocimi selama pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Rinciannya, volume kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Parungkuda mencapai 134.824 kendaraan, sedangkan melalui GT Cigombong tercatat sebanyak 55.883 kendaraan.

Sementara itu, arus kendaraan yang meninggalkan Sukabumi menuju arah Bogor dan Jakarta melalui GT Parungkuda tercatat sebanyak 132.510 kendaraan, dan melalui GT Cigombong sebanyak 53.768 kendaraan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sukabumi, AKP Arif Saeful Haris, mengatakan puncak arus balik di wilayah hukum Polres Sukabumi terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026. Lonjakan volume kendaraan tersebut sempat menyebabkan kepadatan di jalur arteri Sukabumi–Bogor.
“Lonjakan arus balik pada Minggu kemarin lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya, sehingga menimbulkan kepadatan di sejumlah titik,” ujar AKP Arif kepada wartawan di Exit Tol Parungkuda, Minggu malam.

Untuk mengurai kemacetan, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa Cara Bertindak (CB) one way sepenggal. Rekayasa ini diberlakukan mulai dari Simpang Ratu hingga Exit Tol Parungkuda untuk memperlancar arus kendaraan yang menuju Jakarta.
AKP Arif menjelaskan, penerapan one way sepenggal dilakukan secara situasional dan telah dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu hari. Upaya tersebut didukung dengan penempatan personel di sepanjang jalur utara yang menjadi titik rawan kepadatan.
“Kami menurunkan 81 personel di titik-titik krusial untuk memastikan arus balik tetap terkendali dan berjalan lancar,” tegasnya. (yopy)
