Home - Internasional - Venezuela Kirim Pesan Damai ke Dunia dan AS: Delcy Rodríguez Ajak Dialog, Tolak Perang

Venezuela Kirim Pesan Damai ke Dunia dan AS: Delcy Rodríguez Ajak Dialog, Tolak Perang

Venezuela menegaskan komitmen pada perdamaian dan dialog dengan Amerika Serikat. Pesan itu disampaikan Penjabat Presiden Delcy Rodríguez melalui Facebook, Senin (5/1/2026).

Senin, 5 Januari 2026 - 16:03 WIB
Venezuela Kirim Pesan Damai ke Dunia dan AS: Delcy Rodríguez Ajak Dialog, Tolak Perang
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez memimpin pertemuan bersama pejabat sipil dan militer di Caracas. Foto ini diunggah melalui akun Facebook miliknya sekitar enam jam sebelum berita ini diturunkan, di tengah sorotan internasional atas dinamika politik dan hubungan diplomatik Venezuela dengan Amerika Serikat. Foto:Facebook Delcy Rodriguez

HALLONEWS.COM — Pemerintah Venezuela menyampaikan pesan terbuka kepada dunia internasional dan Amerika Serikat, menegaskan komitmen negara tersebut terhadap perdamaian, dialog, serta hubungan internasional yang berlandaskan kesetaraan kedaulatan dan nonintervensi.

Pesan itu disampaikan oleh Delcy Rodríguez, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Presiden Republik Bolivarian Venezuela, melalui akun media sosial Facebook miliknya pada Senin (5/1/2026).

Dalam pernyataannya, Rodríguez menegaskan bahwa Venezuela ingin hidup tanpa ancaman eksternal dan membangun hubungan internasional yang didasarkan pada rasa saling menghormati serta kerja sama antarnegara.

“Venezuela menegaskan kembali komitmennya terhadap perdamaian dan hidup berdampingan secara damai. Negara kami bercita-cita hidup tanpa ancaman eksternal, dalam lingkungan yang menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan kerja sama internasional,” tulis Rodríguez.

Ia menambahkan bahwa pemerintahannya meyakini perdamaian global hanya dapat terwujud apabila perdamaian di dalam setiap negara terlebih dahulu dijamin.

Rodríguez menyatakan bahwa Caracas memprioritaskan hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati, khususnya dengan Amerika Serikat, serta dengan negara-negara lain di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Hubungan tersebut, menurutnya, harus dibangun di atas prinsip kesetaraan kedaulatan dan penolakan terhadap campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

“Prinsip kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi menjadi pedoman diplomasi Venezuela dengan seluruh dunia,” ujarnya.

Dalam pesan yang sama, Rodríguez juga mengundang pemerintah Amerika Serikat untuk membuka kerja sama konkret dengan Venezuela dalam agenda pembangunan bersama yang berlandaskan hukum internasional. Ia menilai kolaborasi semacam itu penting untuk menciptakan koeksistensi masyarakat yang damai dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun regional.

Rodríguez secara khusus menyinggung Presiden Donald Trump, dengan menyatakan bahwa rakyat Venezuela, rakyat Amerika Serikat, dan kawasan Amerika secara keseluruhan berhak atas perdamaian dan dialog, bukan konflik bersenjata.

“Presiden Donald Trump, rakyat kami, dan kawasan kami layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa pesan tersebut sejalan dengan sikap Presiden Nicolás Maduro, yang selama ini menyerukan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan ketegangan antara Caracas dan Washington.

“Inilah pesan yang selalu disampaikan Presiden Nicolás Maduro, dan inilah pula pesan seluruh rakyat Venezuela saat ini,” kata Rodríguez.

Menutup pernyataannya, Rodríguez menegaskan bahwa Venezuela memiliki hak penuh atas perdamaian, pembangunan, kedaulatan, dan masa depan negaranya sendiri. Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh warga Venezuela dapat bersatu demi stabilitas nasional dan masa depan yang lebih baik.

Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan internasional terhadap dinamika hubungan Amerika Serikat–Venezuela, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai ketegangan politik, sanksi ekonomi, dan perselisihan diplomatik. (ren)