Home - Megapolitan - Wagub DKI Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan terhadap TBC dan DBD

Wagub DKI Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan terhadap TBC dan DBD

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap TBC dan DBD serta menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam percepatan penanganan kedua penyakit tersebut.

Senin, 5 Januari 2026 - 15:02 WIB
Wagub DKI Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan terhadap TBC dan DBD
Dok. Pemprov DKI Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berfoto bersama warga saat kunjungan kerja di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12/2026).

HALLONEWS.COM — Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mendukung efektivitas penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) dan demam berdarah dengue (DBD).

Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mempercepat berbagai program penanganan TBC dan DBD agar angka kasus kedua penyakit tersebut dapat ditekan secara signifikan.

“TBC harus kita tangani bersama. Hal ini juga menjadi perhatian Presiden terkait percepatan pemberantasannya. Alhamdulillah, sejumlah langkah telah dilakukan dan proses penanganannya terus berjalan,” ujar Rano Karno saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12/2026).

Menurutnya, penanganan TBC perlu dilaksanakan secara kolaboratif dan lintas sektor. Selain dukungan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, partisipasi aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan, terutama dalam upaya deteksi dini.

“Kami telah melakukan berbagai langkah penanganan di sejumlah wilayah. Harapannya, upaya ini dapat berjalan optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Selain TBC, Wagub DKI Jakarta juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus DBD seiring memasuki musim hujan. Ia menilai, masa peralihan musim kerap menjadi periode rawan meningkatnya kasus DBD di berbagai wilayah.

“Jakarta masih berada pada posisi yang cukup tinggi terkait kasus DBD, sehingga hal ini harus kita tangani bersama secara serius,” ujarnya.

Rano Karno menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan melalui penerapan gerakan 3M di tingkat masyarakat, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Ia juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah dan warga agar tidak lengah, karena kelalaian kecil dapat memicu munculnya sarang nyamuk penyebab DBD.

“Oleh karena itu, peran petugas juru pemantau jentik atau Jumantik di lingkungan warga harus terus dioptimalkan. Tim Jumantik menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran DBD di permukiman,” tandasnya. (GAA)