Home - Megapolitan - Polisi Ungkap Detik-detik Anak Politisi PKS Dibunuh Perampok

Polisi Ungkap Detik-detik Anak Politisi PKS Dibunuh Perampok

Korban melakukan perlawanan dengan cara menendang kemaluan pelaku, lutut, dan siku. Dari situ, pelaku langsung menusuk korban. Korban sempat teriak dan semakin ditusuk. Setelah melakukan penusukan, pelaku turun ke lantai 1 ke tempat brankas.

Senin, 5 Januari 2026 - 14:21 WIB
Polisi Ungkap Detik-detik Anak Politisi PKS Dibunuh Perampok
Diresrimum Polda Banten Kombes Dian Setiawan. Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Polda Banten menangkap pelaku pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman, berinisial HA, 31.

Pembunuhan sadis itu terjadi di perumahan BBS 3, Cilegon pada 16 Desember 2025. Bocah 9 tahun itu tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut.

Korban tewas dengan 19 luka di tubuhnya. Luka itu berasal dari senjata tajam dan benda tumpul.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Diresrimum) Polda Banten Kombes Dian Setiawan menjelaskan pelaku masuk ke rumah politikus PKS dengan mencongkel jendela. Setelah masuk ke lantai 1, pelaku melihat ada brankas besar dengan kondisi pintu terbuka.

“Setelah mengotak-atik brankas dan tidak berhasil, bahkan brankas sempat digeser ke kiri, yang bersangkutan naik ke lantai 2,” kata Dian dalam konferensi pers di Polda Banten, Senin (5/1/2026).

Di lantai 2 itu, pelaku mendatangi kamar korban A. Di sana, pelaku melihat korban sedang bermain ponsel di atas kasur.

“Selanjutnya korban menghampiri, pelaku mengasih kode untuk diam,” katanya sambil memperagakan pelaku mengacungkan jari telunjuk ke mulut.

“Selanjutnya (pelaku) sempat nanya ‘ayahmu di mana?’. Korban sempat menjawab ‘keluar’,” katanya menambahkan.

Pelaku lalu menanyakan kunci brankas kepada korban A. Korban menjawab ‘tidak tahu’, sambil mengatakan ‘mungkin kakak D tahu’ sambil menunjuk kamar kakaknya yang ada di ujung lantai 2.

“Selanjutnya korban dirangkul dibawa ke almari putih di kamar utama bapaknya. Di situ diikat,” ungkapnya.

Namun, saat hendak diikat, korban melakukan perlawanan dengan cara 2 kali menendang kemaluan pelaku, lutut, dan siku. “Dari situ, pelaku langsung menusuk korban,” ucapnya.

Korban sempat teriak dan semakin ditusuk. Setelah melakukan penusukan, pelaku turun ke lantai 1 ke tempat brankas. Di dekat brankas itu ditemukan bekas darah di bagian kunci kode dan bagian atas brankas.

“Tidak berhasil juga, pelaku langsung kabur lewat jalan masuk yaitu jendela pembantu, loncat pagar dan melarikan diri,” lanjutnya.

Aksi Pelaku Sudah Direncanakan

Dian mengatakan pelaku sudah merencanakan aksi pencurian tersebut. Dia juga sudah menyiapkan skema jika ada penghuni rumah menemuinya setelah bel dipencet.

“Apabila dibel itu ada orang yang menemuinya mereka akan pura-pura menanyai alamat,” tuturnya.

Rumah politikus PKS ini adalah lokasi pertama yang menjadi target pencurian pelaku. Pada saat kejadian, lokasi itu sedang hujan lebat.

“Yang pertama TKP satu, kejadian kurang lebih durasi pukul 13.17-13.42, yang mana pada saat itu kondisi hujan lebat. Pelaku mendatangi ke TKP satu, memencet bel sebanyak 4 kali, tidak ada respons kemudian pelaku memencet melalui tiang di samping pos satpam,” kata dia.

“Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menuju lorong sebelah kiri rumah utama, di situ ada lorong, kemudian mencongkel jendela di kamar pembantu, tepatnya bagian kiri rumah utama,” ucap dia.

Motif Ekonomi

Dian menegaskan pelaku nekat melakukan aksinya karena motif ekonomi.
Mulanya, pelaku bermain saham kripto dengan modal awal Rp 400 juta. Dana tersebut ia dapatkan dari tabungan bersama dengan istrinya.

“Dari Rp 400 juta ini dimainkan berkembang sampai mendatangkan keuntungan senilai Rp 4 miliar,” kata Dian. (min)