Home - Ekonomi & Bisnis - Amerika Serikat Tangkap Nicolás Maduro dan Blokir Total Ekspor Minyak Venezuela, Ini Dampaknya ke IHSG

Amerika Serikat Tangkap Nicolás Maduro dan Blokir Total Ekspor Minyak Venezuela, Ini Dampaknya ke IHSG

AS di bawah Presiden Donald Trump menangkap Nicolás Maduro dan memblokir total ekspor minyak Venezuela. Langkah ini memicu gejolak politik, risiko pasokan global, dan dampak ke pasar saham Indonesia.

Senin, 5 Januari 2026 - 10:00 WIB
Amerika Serikat Tangkap Nicolás Maduro dan Blokir Total Ekspor Minyak Venezuela, Ini Dampaknya ke IHSG
Trump vs Maduro (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah melakukan operasi penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada awal Januari 2026.

Kedua tokoh tersebut kemudian diterbangkan keluar dari Venezuela menuju lokasi yang dirahasiakan di luar negeri, sebagai bagian dari strategi tekanan maksimal terhadap rezim Caracas.

Operasi ini didukung oleh serangan terkoordinasi terhadap Ibu Kota Venezuela, yang menyebabkan gejolak politik signifikan di negara tersebut.

Trump menyatakan bahwa tindakan ini diambil untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai kediktatoran yang mendukung kartel narkoba dan korupsi sistemik.

Penangkapan Maduro menjadi puncak dari kampanye jangka panjang AS untuk menggulingkan pemerintahan sosialis di Venezuela, yang telah berlangsung sejak era pertama Trump.

Alasan utama yang dikemukakan adalah tuduhan keterlibatan Maduro dalam jaringan penyelundupan narkotika, pencucian uang, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Dengan Maduro dan istrinya berada di luar kendali, pemerintahan transisi sementara di Venezuela diharapkan dapat dibentuk, di mana AS berencana mengambil alih pengelolaan aset minyak negara tersebut selama masa transisi.

Trump menegaskan bahwa pengelolaan ini bertujuan untuk memulihkan produksi minyak dan mengembalikan pendapatan kepada rakyat Venezuela, bukan kepada elit korup.

Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap ekspor minyak Venezuela sebagai akibat langsungnya.

Sanksi baru ini melarang semua transaksi minyak dengan entitas Venezuela, termasuk pembelian minyak oleh negara ketiga.

Perusahaan atau negara yang melanggar akan dikenakan hukuman sekunder. Total, ekspor minyak, yang menyumbang sekitar 95% pendapatan Venezuela, lumpuh.

Produksi yang sebelumnya menurun drastis karena sanksi lama dan mismanajemen kini semakin terhenti, dan kilang dan pelabuhan menjadi tidak beroperasi sepenuhnya karena ketidakpastian politik dan gangguan eksternal.

Secara keseluruhan, penangkapan Maduro beserta istrinya dan penerapan blokade ekspor minyak oleh AS menandai eskalasi dramatis dalam konflik Venezuela, dengan Trump mengklaim pengelolaan sementara aset minyak untuk masa transisi, meskipun menyebabkan lumpuhnya sektor energi negara tersebut akibat sanksi dan gejolak politik internal.

Blokade total ekspor minyak Venezuela ini berpotensi menyebabkan pengurangan pasokan global yang signifikan, sehingga mendorong kenaikan harga minyak mentah dalam jangka pendek hingga menengah.

Di pasar saham Indonesia, sektor energi hulu dan terintegrasi cenderung mendapat dorongan positif dari peningkatan margin pendapatan akibat harga komoditas yang lebih tinggi, sementara sektor rafineri dan distribusi domestik mungkin menghadapi tekanan biaya input yang meningkat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mengalami volatilitas dengan bias positif dari sentimen komoditas, meskipun risiko geopolitik global dapat memicu arus keluar modal asing dari emerging markets, mendorong investor untuk menggeser alokasi ke aset defensif seperti utilitas atau obligasi. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)