Home - Nusantara - Meski Kasus Belum Ditemukan, Dinkes Banten Siapkan Strategi Ini untuk Antisipasi Super Flu

Meski Kasus Belum Ditemukan, Dinkes Banten Siapkan Strategi Ini untuk Antisipasi Super Flu

Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyiapkan langkah antisipasi masuknya Super Flu Influenza A(H3N2) Subclade K. Meski belum ada kasus, penguatan surveilans dan koordinasi lintas sektor diperketat.

Senin, 5 Januari 2026 - 7:48 WIB
Meski Kasus Belum Ditemukan, Dinkes Banten Siapkan Strategi Ini untuk Antisipasi Super Flu
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti (hallonews.com/yasril)

HALLONEWS.COM – Mulai merebaknya penyakit Super Flu atau Influenza A(H3N2) membuat sejumlah pihak khawatir mengingat, virus Influenza tersebut sangat mudah menular.

Provinsi Banten sebagai gerbang masuk dari dunia internasional, yakni Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Tangerang, tentu saja sangat rentan terhadap masuknya penyakit saluran nafas akut yang pertama kali ditemukan di Amerika tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten DR. dr Ati Pramudji Hastuti MARS kepada hallonews.com menjelaskan, Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Ati mengungkapkan, varian ini tidak mematikan seperti covid-19. Cara penularannya melalui droplet, aerosol dan kontak langsung dengan cairan saluran napas orang yang terinfeksi.

“Penularan sangat cepat. 1 orang bisa menulari 2–3 orang di sekitarnya. Orang dewasa menularkan influenza sejak 1 hari sebelum muncul gejala hingga 5 hari setelah timbul gejala,” ujarnya.

“Penyebabnya, Infeksi saluran nafas yang disebabkan oleh virus influenza A dan Influenza B,” katanya lagi.

Menurut Ati, penderita umumnya bergejala meliputi demam tinggi, kelelahan berat, nyeri otot (myalgia), pilek atau hidung tersumbat, menggigil, dan nyeri tenggorokan.

Masa inkubasi diperkirakan 1 hingga 4 hari setelah virus terpapar, dan durasi rata-rata penyakit dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya.

Ia menjelaskan, penularan virus ini bisa melalui droplet (batuk, bersin, berbicara), dan kontak tangan/benda terkontaminasi.

Sementara penyebaran virus influenza tipe A tipe H3N2 atau disebut subclade K, memiliki laju evolusi tinggi.

“Alhamdulillah di Banten belum ada laporan kasus Super Flu, meski sudah ditemukan di beberapa Provinsi seperti Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat,” terang Ati.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan Provinsi Banten atas arahan dari Gubernur Andra Soni telah melakukan langkah antisipasi masuknya penyakit Super Flu tersebut, diantaranya, penguatan sistem surveilans khususnya kasus influenza like illnes (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI) khususnya pada sentinel ILI SARI,

Langkah kedua yang dilakukan adalah koordinasi lintas sektor khususnya dengan BBKK Soekarno Hatta, serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat melalui berbagai media.

Dan tak lupa Ati mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

“ Caranya dengan menjaga daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur mengingat saat ini memasuki musim penghujan dan terakhir tidak panik namun tetap waspada dan menfikuti informasi resmi dari pemerintah,” tutur Ati (ril)