BNNP Jabar Gerebek Rumah Dua Pengedar di Karawang, Sabu 87,65 Gram Disita
Petugas menggeledah rumah tersanga RH di Dusun Kaum Jaya, Desa Puserjaya, Telukjambe Timur, Karawang. Di lokasi, petugas menemukan sabu di dalam lemari pakaian dengan berat bruto 87,65 gram.

HALLONEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat (Jabar) meringkus dua pengedar sabu di Karawang. Penangkapan bermula dari informasi warga perihal dugaan aktivitas peredaran sabu di Kampung Bendasari, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur.
Informasi tersebut diterima Seksi Pemberantasan BNNK Karawang pada Minggu (28/12/2025). Kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan BNNP Jabar dan BNNK Karawang hingga dua pengedar berinisial RH dan EP diciduk pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Setelah menerima informasi tersebut, Kepala BNNK Karawang berkoordinasi dengan Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Barat untuk penangkapannya. Lalu dibentuklah tim gabungan untuk melakukan penyelidikan serta pemantauan di lokasi,” kata Kepala BNNP Jabar, Brigjen Arief Rhamdani, Minggu (4/1/2026).
Arief menerangkan tim gabungan selanjutnya melakukan profiling. Setelah itu, tim gabungan bergerak dan berhasil menyergap RH dan EP di sebuah kosan, Kampung Bendasari.
“Penggerebakan berjalan dramatis. Keduanya diamankan saat berada di dalam kamar kos. Dari hasil interogasi awal, tersangka RH mengakui menyimpan narkotika jenis sabu di rumahnya,” ungkapnya.
Petugas BNNP Jabar menggeledah rumah tersanga RH di Dusun Kaum Jaya, Desa Puserjaya, Telukjambe Timur, Karawang. Di lokasi, petugas menemukan sabu di dalam lemari pakaian dengan berat bruto 87,65 gram.
“Dikemas dalam berbagai bentuk dan disembunyikan di beberapa wadah,” ungkap Arief.
Sementara itu, tersangka EP mengakui menyimpan sabu di bawah lemari pakaian tersangka RH. “Dari Tersangka EP, petugas mengamankan sabu dengan berat bruto 9,32 gram yang dikemas dalam plastik bekas permen dan dibungkus lakban,” kata Arief.
Selain sabu, petugas juga mengamankan satu unit timbangan digital dan dua ponsel. BNNP Jabar melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain. (min)
