Diduga Fernando Marten Carreras, Jenazah Ditemukan di Pulau Padar, Dua Putrinya Masih Dicari
Jenazah pria WNA Spanyol yang diduga Fernando Marten Carreras ditemukan di Pulau Padar pada hari ke-10 pencarian KM Putri Sakinah. Dua putrinya masih dicari.

HALLONEWS.COM-Operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar memasuki hari ke-10 dengan kabar duka. Pada Minggu (4/1/2026), Tim SAR Gabungan menemukan jenazah laki-laki dewasa warga negara Spanyol yang diduga kuat merupakan Fernando Marten Carreras, salah satu korban yang sejak awal dilaporkan hilang.
Jenazah ditemukan sekitar pukul 08.47 WITA, mengapung di laut pada jarak ±1,13 nautical mile dari titik tenggelamnya kapal. Tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT segera melakukan evakuasi. Tanpa sorak dan tanpa kata berlebih, proses pengangkatan dilakukan dengan prosedur ketat dan penuh kehormatan. Dari lokasi penemuan, jenazah dibawa ke darat menggunakan KN SAR Puntadewa, kemudian diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo untuk menjalani proses identifikasi forensik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum mengumumkan identitas resmi jenazah. Penetapan identitas sepenuhnya menunggu hasil akhir pemeriksaan DVI sesuai prosedur yang berlaku.
Tragedi ini bermula pada 26 Desember 2025, ketika KM Putri Sakinah tenggelam di kawasan Taman Nasional Komodo akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Sejak hari itu, laut berubah menjadi ruang pencarian tanpa jeda. Dalam insiden tersebut, empat orang dilaporkan hilang, yakni Fernando Marten Carreras dan tiga orang putrinya.
Fernando Marten Carreras dikenal sebagai pelatih sepak bola wanita di Valencia, yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan Valencia CF Femenino. Dalam peristiwa tersebut, istri Fernando, Mar Martinez Oetuno, serta putri bungsu mereka berhasil selamat, sementara Fernando dan ketiga putrinya terseret arus laut.
Dalam perkembangan sebelumnya, satu dari tiga putri Fernando telah ditemukan meninggal dunia pada 29 Desember 2025. Dengan ditemukannya jenazah laki-laki dewasa yang diduga Fernando pada hari ke-10 pencarian ini, maka dua korban yang masih dinyatakan hilang kini tersisa dua orang, yaitu dua putri Fernando Marten Carreras.
Operasi SAR hingga kini terus dilanjutkan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa pencarian dilakukan melalui penyisiran pulau-pulau sekitar, pemanfaatan teknologi sonar, serta operasi penyelaman di sejumlah titik prioritas.
Sebanyak sekitar 160 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi ini, antara lain Basarnas, TNI, Polri, KSOP, BPBD, Balai Taman Nasional Komodo, komunitas penyelam profesional, hingga operator kapal wisata. Operasi juga didukung 18 unit alat utama, meliputi kapal SAR, rigid inflatable boat (RIB), speed boat patroli, sonar dua dimensi, multibeam sonar, drone bawah laut, serta drone thermal.
Meski satu jenazah telah ditemukan, Tim SAR Gabungan menegaskan pencarian belum dihentikan. Fokus operasi kini diarahkan untuk menemukan dua putri Fernando yang masih dinyatakan hilang, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan evaluasi harian sesuai kondisi cuaca serta arus laut di perairan Taman Nasional Komodo.
Di Pulau Padar, senja kembali turun seperti hari-hari sebelumnya. Laut telah menyerahkan satu kepastian yang pahit, namun kisah ini belum selesai. Dua anak masih dinanti untuk pulang, sementara keluarga dan para petugas bertahan di antara doa, harapan, dan kerja kemanusiaan yang tak mengenal jeda. (ren)
