Home - Nusantara - KSOP III Labuan Bajo Tutup Seluruh Pelayaran Demi Keselamatan

KSOP III Labuan Bajo Tutup Seluruh Pelayaran Demi Keselamatan

KSOP III Labuan Bajo menutup seluruh aktivitas pelayaran, termasuk kapal wisata, menyusul peringatan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dari BMKG Maritim Tenau Kupang demi keselamatan pelayaran.

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:00 WIB
KSOP III Labuan Bajo Tutup Seluruh Pelayaran Demi Keselamatan
Kondisi perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang ditutup sementara untuk seluruh aktivitas pelayaran. (potongan video)

HALLONEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi cuaca dan gelombang laut di wilayah perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memberlakukan larangan seluruh aktivitas pelayaran di wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Minggu (4/1/2026) pagi.

Larangan tersebut diberlakukan menyusul tingginya gelombang laut yang dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem dan dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.

WhatsApp Image 2026 01 04 at 10.56.53
Kondisi perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang ditutup sementara untuk seluruh aktivitas pelayaran. (potongan video)

Kepala KSOP III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan pihaknya juga menutup sementara perairan Teluk Sape karena lokasinya yang berdekatan dengan Labuan Bajo dan berpotensi terdampak kondisi cuaca serupa.

“Kami memberlakukan penutupan total bagi seluruh aktivitas pelayaran, termasuk kapal wisata, di wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur,” ujar Stephanus melalui keterangan elektronik yang dikutip media ini, Minggu pagi.

Menurut Stephanus, KSOP III Labuan Bajo telah mengeluarkan Notice to Mariners (NtM) Nomor 2/NTM yang secara tegas melarang seluruh aktivitas pelayaran di sekitar perairan Labuan Bajo.

“Larangan pelayaran ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut, dan pelayaran baru akan dibuka kembali setelah dinyatakan aman,” tegasnya. (yopy)