Home - Internasional - Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap

Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap

Donald Trump mengklaim Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Klaim tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago dan memicu kontroversi internasional.

Minggu, 4 Januari 2026 - 7:40 WIB
Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, terkait klaim penangkapan Nicolás Maduro dan rencana AS mengelola Venezuela. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Washington akan mengambil alih pengelolaan sementara Venezuela setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores , diklaim telah ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas. Klaim tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu (3/1/2026) , beberapa jam setelah operasi berlangsung.

Trump menyatakan langkah-langkah tersebut diperlukan untuk menjamin transisi kekuasaan yang aman, tertib, dan stabil , serta mencegah Venezuela kembali terjerumus dalam kekacauan politik dan ekonomi.

“Kami akan menjalankannya. Kami akan mengelolanya secara profesional. Pihak yang paling diuntungkan adalah rakyat Venezuela,” kata Trump di hadapan jajaran pejabat tinggi keamanan dan diplomasi AS dikutip Sabtu (3/1/2026).

Menurut pernyataan resmi Trump, Maduro dan Cilia Flores telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela , dan kini berada di tahanan otoritas Amerika Serikat . Trump mengatakan Maduro akan menghadapi proses hukum di AS , termasuk dakwaan pidana yang telah ditetapkan oleh otoritas penegak hukum Amerika.

Trump juga merilis sebuah foto yang diklaim menunjukkan Maduro dalam tahanan AS, namun hingga kini belum ada verifikasi independen dari lembaga internasional atau pihak ketiga yang memastikan lokasi pasti dan kondisi hukum terkini pasangan tersebut di luar klaim Washington.

Bantahan Keras dari Caracas

Pemerintah Venezuela langsung membantah klaim AS. Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil menegaskan bahwa Maduro tetap merupakan presiden konstitusional Venezuela dan menyebut penangkapannya sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara .

“Konstitusi jelas, presiden terpilih dan presiden konstitusional Venezuela adalah Nicolás Maduro Moros. Kehadirannya harus segera menyampaikan rasa simpati,” ujar Gil dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah. Ia juga menyatakan bahwa angkatan bersenjata dan aparat keamanan Venezuela tetap siaga penuh.

Kendali Administratif dan Militer

Dalam konferensi tersebut, Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat akan menjalankan fungsi administratif Venezuela untuk sementara waktu , hingga struktur pemerintahan baru yang dinilai siap mengambil alih. Ia tidak menutup kemungkinan keterlibatan militer AS selama masa transisi guna menjaga stabilitas dan mengamankan strategi infrastruktur.

Trump juga menyebut adanya komunikasi dengan pihak-pihak tertentu di Venezuela, termasuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez . Namun, pernyataan ini bertentangan dengan laporan lain yang menyebut Rodríguez telah meninggalkan Venezuela menuju Rusia setelah operasi militer berlangsung.

Minyak Jadi Titik Sentral

Salah satu aspek paling sensitif dalam pernyataan Trump adalah penegasan bahwa AS akan memiliki kehadiran langsung di sektor minyak Venezuela . Negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun penurunannya drastis akibat krisis ekonomi berkepanjangan dan sanksi internasional.

Trump menyebut pengelolaan sektor energi akan dilakukan secara “profesional” untuk memulihkan perekonomian Venezuela . Pernyataan ini memicu spekulasi luas bahwa kepentingan energi dan geopolitik menjadi faktor penting di balik keputusan Washington mengambil peran langsung dalam pengelolaan negara tersebut.

Klaim AS untuk mengelola Venezuela memicu protes beragam di kawasan Amerika Latin. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva , Presiden Kolombia Gustavo Petro , dan Presiden Chili Gabriel Boric mengecam keras langkah Washington sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Sebaliknya, Presiden Argentina Javier Milei dan Presiden Ekuador Daniel Noboa secara terbuka menyatakan dukungan terhadap langkah Amerika Serikat.

Situasi Masih Dinamis

Hingga saat ini, klaim AS terkait penangkapan Maduro dan rencana pengelolaan Venezuela belum diakui secara luas oleh komunitas internasional . Pemerintah Caracas tetap mempertahankan legitimasi Maduro, sementara sikap oposisi Venezuela menyebut situasi ini sebagai momentum perubahan.

Di tengah tarik-menarik kepentingan global, Venezuela kini berada dalam fase paling genting dalam sejarah politiknya, dengan masa depan kepemimpinan, kedaulatan negara, dan stabilitas kawasan Amerika Latin masih diliputi wilayah tersebut. (ren)