Home - Ekonomi & Bisnis - BEI Pasang Target Ambisius: Masuk 10 Besar Bursa Dunia pada 2030

BEI Pasang Target Ambisius: Masuk 10 Besar Bursa Dunia pada 2030

BEI meluncurkan Master Plan 2026–2030 dengan target ambisius masuk 10 besar bursa dunia pada 2030 lewat peningkatan IPO, investor, dan likuiditas pasar.

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:00 WIB
BEI Pasang Target Ambisius: Masuk 10 Besar Bursa Dunia pada 2030
Gedung BEI (Dok BEI)

HALLONEWS.COM – Pada hari Jumat, 2 Januari 2026, pada awal perdagangan tahun 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memperkenalkan Master Plan BEI 2026–2030, yang bertujuan untuk membangun pasar modal nasional dalam lima tahun ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI untuk meningkatkan posisi Indonesia di pasar modal global.

Master plan tersebut bertujuan untuk membangun pasar modal Indonesia yang lebih modern, transparan, dan inklusif, menurut Iman Rachman, Direktur Utama BEI. Pada tahun 2030, tujuan jangka panjang adalah menjadikan Indonesia di antara sepuluh besar bursa global dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi.

“Target akhirnya adalah menciptakan pasar modal yang mampu memberikan manfaat maksimal, tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan,” ujar Iman dalam sambutannya.

BEI telah menetapkan sejumlah tujuan operasional untuk tahun 2026 sebagai langkah awal dalam menerapkan master plan. Salah satu indikator utama yang dicanangkan adalah Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp15 triliun. Ini sejalan dengan perkiraan peningkatan kondisi ekonomi baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia.

Sebaliknya, BEI bertujuan untuk 555 pencatatan efek baru, termasuk 50 IPO, dan mendorong dua juta investor baru melalui peningkatan informasi, literasi, dan inklusi pasar modal.

Namun, Iman menyatakan bahwa BEI tidak dapat mencapai target tersebut sendiri. Seluruh ekosistem pasar modal, mulai dari emiten, anggota bursa, regulator, hingga investor, harus bekerja sama.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026–2030 dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia,” tegasnya.

Analisis Yes Invest

Kami juga ingin bursa Indonesia masuk ke dalam daftar bursa terbaik di dunia. Meskipun demikian, sepertinya PR masih perlu diperbaiki. Pertama, mungkin sangat penting untuk hanya memberikan IPO kepada calon emiten yang benar-benar layak untuk masuk ke bursa efek Indonesia. Kedua, mungkin sangat penting untuk memastikan bahwa kecurangan pasar, seperti perdagangan saham yang tidak sehat, diminimalkan.

Ketiga mungkin diperlukan untuk menambah likuiditas di pasar dimana menurut saya, ketika hanya perusahaan yang “bagus” yang ada di dalam bursa, maka menurut keyakinan saya ini akan otomatis mendorong masyarakat dan pihak lain untuk masuk ke bursa saham yang ada.

Hal terakhir mungkin adalah produk yang ada di Indonesia masih sangat minim dibanding bursa negara maju seperti misalnya short selling, option, ETF emas, ETF crypto, dan lain-lain. (Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)