Home - Internasional - Gelombang Dingin Arktik Melanda Inggris, Suhu Turun hingga Minus 10 Derajat

Gelombang Dingin Arktik Melanda Inggris, Suhu Turun hingga Minus 10 Derajat

Gelombang dingin Arktik melanda Inggris. Suhu turun hingga -10°C, salju hingga 40 cm, jalanan ditutup, dan Met Office keluarkan peringatan cuaca.

Sabtu, 3 Januari 2026 - 7:00 WIB
Gelombang Dingin Arktik Melanda Inggris, Suhu Turun hingga Minus 10 Derajat
Kendaraan dan rumah tertutup salju tebal di Aberdeen, sebuah kota di timur laut Skotlandia, Britania Raya (Inggris Raya), Jumat (2/1/2026), setelah gelombang dingin Arktik melanda Inggris. Met Office memperingatkan suhu bisa turun hingga -10°C dan salju mencapai 40 cm di beberapa wilayah. Foto: Met Office/PA Media for Hallonews

HALLONEWS.COM —Inggris tengah berada dalam cengkeraman gelombang dingin Arktik yang ekstrem, dengan suhu anjlok hingga minus 10 derajat Celcius dan hujan salju tebal yang telah menutupi sebagian besar wilayah negara itu. Badan Meteorologi Inggris, Met Office, memperingatkan kondisi ini akan berlangsung hingga awal pekan depan, disertai potensi gangguan serius terhadap transportasi dan layanan publik.

Di kawasan utara Skotlandia, terutama Loch Glascarnoch dan Aberdeenshire, ketebalan salju telah mencapai 8–9 sentimeter pada Jumat (2/1/2026) pagi, sementara di dataran tinggi diperkirakan bisa mencapai 30 hingga 40 sentimeter.

Met Office juga mengeluarkan peringatan cuaca kuning untuk salju dan es di sebagian besar Inggris, termasuk Wales, Irlandia Utara, serta wilayah Skotlandia seperti Angus, Perth, Aberdeen, Moray, dan Highlands.

Untuk Skotlandia utara, bahkan diberlakukan peringatan amber (jingga) hingga Sabtu siang, karena badai salju diprediksi semakin parah di sepanjang pantai timur.

“Udara Arktik dan angin utara yang kencang mencengkeram Inggris saat kita memulai tahun baru,” ujar Rebekah Hicks, kepala ahli meteorologi Met Office seperti dilansir Sky News.

“Kondisi dingin yang ekstrem ini akan berlanjut hingga minggu depan, dengan suhu siang hari sulit naik di atas titik beku.”

Cuaca dingin ekstrem telah menyebabkan penutupan beberapa gerbang salju utama di jalur pegunungan Skotlandia.

Menurut Traffic Scotland, sejumlah jalur seperti A93 Braemar–Glenshee, A939 Tomintoul–Cockbridge, B974 Cairn O’Mount–Fettercairn, dan Bealach na Ba ditutup total sejak Jumat pagi.

Dewan wilayah Highland juga menerima laporan tentang karavan dan mobil yang terjebak di atas lapisan es, terutama di daerah wisata populer.

“Kami meminta pengendara untuk berhati-hati dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak,” imbau juru bicara Dewan Highland.

Kepala Inspektur Scott McCarren, Kepala Kepolisian Lalu Lintas Skotlandia, menegaskan larangan keras bagi siapa pun untuk melanggar penutupan jalan.

“Mohon jangan menerobos penutupan jalan. Keputusan menutup jalan tidak diambil dengan mudah, itu dilakukan demi keselamatan publik,” ujarnya tegas.

Met Office memperingatkan bahwa badai salju disertai angin kencang berpotensi menyebabkan kondisi whiteout sementara yang membuat jarak pandang nyaris nol.
Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api dan penerbangan dilaporkan mengalami penundaan dan pembatalan, serta pemadaman listrik di beberapa wilayah terpencil.

Suhu ekstrem juga berpotensi menyebabkan gangguan besar pada layanan sosial dan kesehatan.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah mengeluarkan peringatan kesehatan tingkat kuning yang berlaku hingga 9 Januari untuk wilayah East Midlands, North West, London, dan South East.

“Kondisi dingin kemungkinan akan berdampak signifikan pada layanan kesehatan, termasuk peningkatan risiko kematian di kalangan lansia dan penderita penyakit kronis,” tulis UKHSA dalam peringatannya.

Warga Diminta #WaspadaCuaca

Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah bila memungkinkan, memantau pembaruan prakiraan, dan menyiapkan kebutuhan darurat, terutama bagi warga yang tinggal di daerah pegunungan dan pedesaan.

“Kami mendesak masyarakat untuk tetap #WaspadaCuaca, selalu mengikuti perkembangan prakiraan, dan merencanakan perjalanan dengan cermat,” kata Rebekah Hicks.

Meski cuaca ekstrem ini telah melumpuhkan sebagian aktivitas, banyak warga justru menjadikannya momen langka. Anak-anak terlihat bermain salju di taman-taman London utara, sementara pemandangan putih tebal di Dataran Tinggi Skotlandia mengingatkan akan kerasnya musim dingin Eropa di awal tahun 2026. (ren)