Home - Internasional - Lee Jae Myung ke Beijing, Bahas Perdamaian dan Ekonomi dengan Xi Jinping

Lee Jae Myung ke Beijing, Bahas Perdamaian dan Ekonomi dengan Xi Jinping

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing temui Xi Jinping bahas kerja sama ekonomi dan perdamaian Semenanjung Korea di tengah ketegangan Taiwan.

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:22 WIB
Lee Jae Myung ke Beijing, Bahas Perdamaian dan Ekonomi dengan Xi Jinping
Presiden Lee Jae Myung (kanan), dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menuju Museum Nasional Gyeongju di kota Gyeongju bagian tenggara untuk pembicaraan puncak mereka pada 1 November 2025. Foto: The Korea Times for Hallonews

HALLONEWS.COM — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pekan depan dalam upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong dialog perdamaian di Semenanjung Korea.

Menurut Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Wi Sung-lac, Lee dijadwalkan tiba di Beijing pada Minggu, menggelar pertemuan puncak dengan Xi pada Senin, dan melanjutkan perjalanan ke Shanghai selama dua hari untuk mengunjungi situs bersejarah Pemerintahan Sementara Republik Korea dari masa penjajahan Jepang.

“Kedua pemimpin akan membahas kerja sama praktis di bidang investasi rantai pasokan, ekonomi digital, lingkungan, pariwisata, dan kejahatan lintas negara,” ujar Wi kepada wartawan, Jumat (2/1/2026) seperti dilansir The Korea Times.

Selain isu ekonomi, perdamaian di Semenanjung Korea juga menjadi fokus utama. Lee disebut akan meminta Beijing berperan konstruktif dalam membuka jalan bagi dialog dengan Pyongyang yang terhenti selama bertahun-tahun.

“Kami berharap Tiongkok dapat membantu menciptakan terobosan dalam menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea,” kata Wi.

Saat ditanya mengenai isu Taiwan, Wi menegaskan bahwa Seoul tetap menghormati kebijakan satu Tiongkok.

Kunjungan Lee dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan, setelah Beijing menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

Pertemuan ini dinilai akan menjadi ujian diplomasi penting bagi Lee, yang berupaya menyeimbangkan hubungan antara Washington dan Beijing sambil menjaga stabilitas kawasan. (ren)