Home - Nasional - Kawasan Wisata Puncak Berkabut Dengan Jarak Pandang Hanya 5 Meter, Polisi Himbau Pengguna Jalan Berhati-hati

Kawasan Wisata Puncak Berkabut Dengan Jarak Pandang Hanya 5 Meter, Polisi Himbau Pengguna Jalan Berhati-hati

Kabut tebal menyelimuti Puncak Bogor, BMKG peringatkan wisatawan hati-hati, jarak pandang terbatas 5-10 meter.

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:00 WIB
Kawasan Wisata Puncak Berkabut Dengan Jarak Pandang Hanya 5 Meter, Polisi Himbau Pengguna Jalan Berhati-hati
Ket foto, arus lalulintas dikawasan Puncak Pass berkabut. Polisi himbau pengguna jalan berhati-hati. (Dok)

HALLONEWS.COM – Kabut tebal menyelimuti kawasan wisata puncak, Bogor. Masyarakat yang hendak berwisata, hendaknya berhati-hati.

Badan Meteorologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca diwilayah Bogor terjadi hujan ringan disertai petir dengan suhu 23-26 derajat celsius dan tingkat kelembapan antara 82-98 persen.

Menurut BMKG, hari pertama di tahun 2026, Kamis 1 Januari 2026 hingga hari ini Jumat 2 Januari, udara segar pegunungan terasa, namun para wisatawan di jalur puncak hingga Cianjur, hendaknya waspada akan cuaca ekstrem yang bisa berupa sewaktu-waktu.

“Ada kabut tebal dan hujan menyelimuti kawasan wisata puncak, Bogor, lokasi wisata favorit warga Jabodetabek. Patut diwaspadai wisatawan,” kata BMKG dalam situsnya yang dikutip wartawan media ini Jumat 2 Januari 2026.

Puncak2
Ket foto, arus lalulintas dikawasan Puncak Pass berkabut. Polisi himbau pengguna jalan berhati-hati. (Dok)

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto mengeluarkan peringatan dini bagi para pengendara.

Ia mengingatkan, kondisi visual di lapangan sangat terbatas, sehingga potensi kecelakaan lalu lintas bisa terjadi, jika pengemudi tidak ekstra hati-hati.

Fenomena kabut tebal ini bukan hanya sesaat, melainkan bertahan cukup lama dari pagi hingga siang hari.

Jarak pandang yang terbatas hanya 5-10 meter, maka pengendara harus waspada dan berhati-hati.

“Kami dari kepolisian minta, selalu menjaga jarak aman dan menyalakan lampu utama,” tegas Hardian kepada wartawan.

Meski cuaca berkabut dan kurang bersahabat, dilapangan terlihat, animo masyarakat untuk berwisata di awal tahun 2026 tetap tinggi.

“Data yang kami punya di Polres Cianjur, volume kendaraan yang melintas di sepanjang jalur Puncak-Cianjur masih padat, terutama yang mengarah ke destinasi-destinasi wisata selama libur akhir tahun. Hingga kemarin, arus kendaraan sempat melonjak tajam hingga 1.000 kendaraan/jam. Kepadatan terjadi di titik wisata,” ujarnya.

Untuk mencegah gridlock atau kemacetan total, Polres Cianjur terus berkoordinasi intensif dengan Polres Bogor.

Strategi rekayasa lalu lintas satu arah tetap menjadi senjata utama yang diterapkan secara situasional alias melihat kondisi real-time di lapangan.

“Situasional ketika terjadi kepadatan arus di wilayah hukum Bogor, diberlakukan sistem satu arah dari Puncak Pass guna antisipasi macet total dengan ekor memasuki wilayah hukum Cianjur,” jelas AKP Hardian.

Berdasarkan evaluasi malam pergantian tahun, Polres Cianjur mengambil langkah tegas dengan menutup arus dari Tugu Lampu Gentur-By Pass mulai pukul 18.00 WIB.

Kendaraan menuju Bogor dan Jakarta dialihkan paksa melalui jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi.

“Upaya ini berhasil. Sekitar pukul 22.00 WIB arus kembali dibuka normal dari kedua arah,” tegasnya. (yopy)